Berdiskusi Dengan 3 politisi Muda Senayan Yang Sedang Berkunjung di Negeri Eurasia Kazakhtan.

Mereka datang untuk mempelajari berbagai hal menarik di negeri terkaya kedua (setelah Rusia) dari pecahan Uni Soviet ini, seperti penataan Ibu Kota Astana, juga manajemen kota Almaty pasca ibu kota, dll. Juga bertemu dengan Bung Dubes Fadjroel Rachman membahas perkembangan diplomasi Indonesia di Kazakhstan dan Tajikistan, serta membicarakan solusi atas tantangan yang ada 

Saya juga menikmati percakapan terkait perjuangan mereka menjadi politisi parlemen. Hidup adalah seni melakukan pemenuhan syarat sebab sehingga segala niat menjadi akibat. 

Ada Bung Bahtra yang memulai dengan perjuangan merantau dari kampung di Sulawesi untuk kuliah di Bandung. Kemudian bergabung di organisasi mahasiswa. Selanjutnya, masuk ke Jakarta sebagai aktivis di PB HMI sambil melanjutkan pendidikan. Dia kemudian bergabung sebagai tenaga ahli Gerindra. Di momen pileg 2019 diperintahkan partai untuk maju di Dapil Sultra. Saat ini beliau diberi amanah menjadi pimpinan Komisi II DPR RI. 

15 tahun lalu saat awal merantau di Jakarta untuk kuliah pascasarjana dan menjadi pengurus PB HMI,  saya dan Bung Bahtera tinggal satu rumah di kawasan kampung padat Matraman Jakarta Timur. Kami menyewa rumah rumah kecil yang sekalian bisa ditempati para aktivis dari berbagai daerah. Jika di tahun selanjutnya, harga sewa naik, maka kami pindah lagi cari rumah yang lebih murah. Kami sering keliling Jakarta menggunakan Metromini karena harus menghemat agar SPP tetap bisa dilunasi. 

Ada Mas Sharon yang memulai jadi penjual pulsa, kemudian membangun bisnis lebih besar, suka berbagi dan akhirnya diminta masyarakat Kalimantan Barat, terutama di Kab. Kapuas Hulu, Kab. Melawi, Kab. Sanggau, Kab. Sekadau, dan Kab. Sintang untuk maju sebagai wakil di DPR RI. Salah satu kebahagiaan tertinggi politisi muda Partai Nasdem tersebut adalah ketika bisa melihat senyum orang lain. Itu sebabnya, tahun ini, beliau mengumrohkan 100 orang ke tanah suci.

Ada juga Kang Bey yang memulai tahap sebagai penjaga posko anggota DPR. Dia mengurus kebersihan posko, membuat teh, sampai diangkat menjadi tenaga ahli. Pada pemilihan legislatif 2024 kemarin, beberapa masyarakat di daerah Sumedang , Majalengka, Subang yang sering dia temui dan bantu mengusulkan untuk maju juga dalam pileg. Saat ini, Kang Bey menjadi anggota Komisi II DPR dari Fraksi Nasdem.

Yang menarik dari mereka bertiga adalah mereka melenting ke puncak politik parlemen di Senayan bukan melalui jalur khusus yang disiapkan oleh orang tua mereka, tapi ikhtiar membuka jalur sendiri. 

Mereka bertiga ke Kazakhstan untuk membaca kemajuan diplomasi Indonesia di Kazakhstan, Tajikistan dan Eurasia, sekalian reuni kecil dengan kawan lama yang sedang bertugas di sini. 

Prinsip kami masih sama, berteman dengan sebaik-baiknya, tumbuh bersama dan apapun profesi kita, akan terus berusaha menyumbang satu batu bata untuk kebaikan republik. 

Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published.