Ulang Tahun Keduamu di Masa Covid-19, Nak

Hari ini, 30 Maret 2020 merupakan penanda bahwa kamu telah dua tahun berdiam di bumi Allah, Nak. Ada banyak kebahagiaan yang hadir seiring dengan kedatanganmu di dalam keluarga kecil kita. 

Beberapa minggu setelah kamu lahir, Ayah juga segera mengurus pengakuan resmi negara atas dirimu. Akte kelahiran dan juga Kartu Identitas Anak (KIA) itu penting sebagai bukti bahwa kita adalah warga negara yang baik. Demikian sebaliknya, kamu juga bisa dihitung dalam agenda politik negara, termasuk politik PAUD negeri ini. 

Saat ini, kecerdasan eksternal mu semakin meningkat, Nak. Ketika Ayah Mama akan pergi, maka kamu aktif bertanya (dengan caramu), demikian juga mengantar kami, seperti mengintip di jendela, dan lainnya. Semua itu adalah nutrisi bagi jiwa kami untuk akan terus bekerja dan berbuat yang terbaik bagimu. Sebagaimana pesan reflektif Bu Wismiarti Tamin, pendiri Al Falah BCCT di sekolah parenting (PPOT) bahwa yang Allah ingin tahu ketika orang diberi anak adalah apa yang orang itu lakukan pada anaknya. 

Ketika video call dengan keluarga di tanah Celebes, Omi, Opi, etta, dan juga sepupumu, kamu juga merespon dengan baik. Kamu kadang mengeluarkan banyak mainanmu untuk memperlihatkan kepada meraka, bahwa kamu aktif bermain dan memiliki beberapa mainan. Itu bagian dari caramu untuk mengungkapkan eksistensi, Nak. Kelak kamu akan paham bahwa pembahasan eksistensi manusia, adalah suatu yang sangat substantif, para filsuf masih terus mengkajinya sampai saat ini. Apalagi di tengah zaman baru “internet of thing”. 

Ada banyak doa, di usiamu yang kedua ini, Nak. Semoga perkembangan usia kronologis, usia biologis dan usia psikologis mu dapat berjalan seimbang. Semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Di tiap kamu bangun tidur, kami selalu berupaya menjemputmu dengan senyuman, demikian ketika kamu akan tidur, kami berupaya mengantarmu dengan buku cerita yang membangun karakter atau bisa membawamu dalam imajinasi kebahagiaan dan optimis atas hidup. 

Moza bermain finger painting (melukis dengan jari)

Peringatan 730 harimu ditandai dengan semakin menyebarnya pandemi Covid-19. Saat ini sudah 202 negara/kawasan yang terpapar, dengan jumlah orang yang positif 575,444, dan kematian 26,654. Untuk  Indonesia, ada 1.285 yang positif, sembuh 64, dan meninggal 114.

Di momen ini, sebagian negara sudah mengambil kebijakan lockdown total, ada juga yang memberlakukan jam malam, serta himbauan untuk tidak keluar rumah. Himbauan pemerintah agar masyarakat bekerja dari rumah, beribadah dari rumah dan belajar dari rumah. Makanya, sekolahmu juga libur sejak dua minggu lalu, Nak.

Pada tiap kejadian, selalu ada embun-embun hikmah yang bisa diresapi, Nak. Demikian juga dengan serangan virus ini. Aktivis lingkungan mengumandangkan bahwa ini saatnya alam istirahat dari eksploitasi manusia. Bumi bisa bernafas karena mesin industri sedang dicutikan. Para pekerja bisa membangun keintiman kembali dengan keluarganya. Setiap orang saat ini punya waktu untuk merefleksikan hidupnya, tentang apa yang telah, sedang dan akan dilakukannya di hari esok. Seperti nasehat dari filsuf besar, Socrates, bahwa hidup yang tak pernah direfleksikan adalah hidup yang tak layak untuk dijalani. 

Dengan kebijakan Work From Home (WFH), membuat banyak anak bisa mendapatkan quantity time dan quality time bersama orang tuanya. Saya juga melihat, kamu begitu sering minta ASI sama mamamu. Momen ini, penting karena tidak lama lagi program ASI mu sebaiknya dihentikan sesuai dengan usiamu yang sudah masuk 2 tahun. 

Moza lagi membaca di Moza Library

Semoga kamu tumbuh senafas dengan doa dalam namamu, Andi Mozaik Qiana Avanezka. Yang berarti kumpulan keberkahan dan keanggunan Tuhan. Dengannya, kamu senantiasa dalam pelukan Allah swt.

Al Fatihah

#Moza2tahun

www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *