Selamat Jalan Ibunda Presiden Jokowi, Eyang Sujiatmi Notomiharjo

Cuaca yang cerah menyempurnakan keindahan Kota Budaya Jogjakarta di Bulan Ramadhan 2019 kemarin. Dalam perjalanan dari Jogja menuju Solo bersama Mas Arief Rosyid dan beberapa kawan untuk berbuka puasa dengan Ibu Pak Jokowi, Eyang Sujiatmi Notomiharjo, kami menemui kemacetan yang parah sehingga terlambat sampai di tujuan. Kami berkoordinasi dengan pihak ajudan Eyang dan mengusulkan bagaimana kalau kami singgah dulu buka puasa, nanti setelah itu baru bertamu. Namun, katanya, Eyang tetap meminta agar kami bisa berbuka puasa bersama di rumahnya. Walaupun terlambat tidak masalah. 

Saat kami tiba, beliau sudah menunggu di ruang tamu, adapun keluarga yang lain ada di ruang tengah. Eyang mengambil sendiri beberapa kue dari belakang. Beliau melayani kami dengan penuh hati. Pada momen tersebut, memori saya berlari ke belakang, ketika menggunakan teori “Servant Leadership” sebagai salah satu “pisau” untuk membedah fenomena politik anaknya. Bahwa ternyata jiwa Pak Jokowi untuk selalu melayani orang, turun dari ibunya. 

Bersama Ibunda Pak Jokowi (Bu Noto)

Sebagaimana teori dasar dalam parenting, bahwa kualitas seorang anak di masa dewasa, sangat tergantung pada kualitas parenting. Eyang melihat betul proses tumbuh kembang anaknya. Bagaimana Pak Jokowi berjuang masuk ke sekolah terbaik, kemudian kerja di Aceh, setelah itu, pulang ke Solo untuk untuk menjadi karyawan dan selanjutnya memulai bisnis mebel. 

Saat usaha Pak Jokowi sudah berjalan stabil, tiba-tiba bangkrut karena tertipu oleh seorang konsumen, Eyang kemudian berjuang memotivasi lagi anaknya agar ikhlas dan memulai kembali bisnis dari awal. Atas berbagai doa dan dorongan yang tulus, akhirnya Pak Jokowi bisa kembali sukses dalam dunia bisnis mebel, bahkan tembus pasar Eropa. Kemampuan dan ketulusannya membantu pekerja mebel lain agar sukses tembus pasar Eropa, termasuk membawa angin kemajuan di Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Solo, membawa namanya masuk dalam bursa Pilkada Solo 2005. Demikianlah peran Eyang dalam perjalanan karir panjang anaknya.  


Pada momen pertemuan di bulan ramadhan tahun kemarin tersebut, saya menjelaskan ke Eyang beberapa hal tentang kesimpulan tesis saya yang membahas fenomena politik anaknya. Saya juga bertanya kepada beliau, “Eyang, apa tipsnya sehingga Pak Jokowi bisa bersabar dengan segala fitnah?” Saya sampaikan bahwa jika seseorang difitnah mungkin masih bisa tahan, tapi jika ibunya yang difitnah, bahwa bukan ibu asli, agamanya lain, dan lainnya, maka seorang anak akan sulit untuk bersabar. 

Bersama Bu Noto dan Mas Arief Rosyid

Eyang dengan tenang menjawab, “hidup itu harus sabar, harus ikhlas. Jika itu dilakukan maka Allah akan melindungi.”

Beliau mencontohkan, saat ada aksi 212 di Monas, Pak Jokowi menelponnya untuk minta pandangan. Ibu Noto bilang, datang saja. InsyaAllah selama tidak ada niat macam-macam, Allah yang akan lindungi. Setelah telepon ditutup, Eyang kemudian memantau anaknya di TV. Alhamdulillah Pak Jokowi datang ke Monas, dan semuanya berjalan aman, katanya. 

Di suatu waktu saya bertemu dengan orang dekat keluarga Pak Jokowi. Beliau mengatakan bahwa rahasia keberhasilan Pak Jokowi ada pada ibunya. Presiden ketujuh tersebut selalu menyedidakan waktu khusus untuk menyapa ibunya, “kalau menelpon ibunya, seperti minum obat, tiga kali sehari”, katanya.   

Saya beberapa kali bertemu keluarga besar politisi, baik di level kabupaten, provinsi maupun nasional, akhlak mereka biasanya beda. Keluarga pejabat kadang merasa sok berkuasa, sok hebat dan semacamnya. Di keluarga tersebut saya menemukan hal berbeda, mereka sangat tawadhu. Waktu itu, saya agak bingung, apakah benar saya sedang berada di lingkungan keluarga besar orang nomor satu di negeri ini? Seorang politisi yang tidak pernah kalah dalam semua pemilu yang dilaluinya. 

Selamat jalan Eyang

Dirimu dan anakmu telah menjadi bagian kisah penting dalam perjalanan bangsa ini. 

Parentingnya manusia adalah syarat menuju republiknya manusia.

Salam

www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *