Buku Mozaik Cinta

Buku Mozaik Cinta: Dari Revolusi Rumah Tangga Menuju Revolusi Sosial merupakan bagian dari catatan perjalanan dua insan yang mencoba datang menyapa Sang Pecinta dengan kekuatan sayap cinta yang disatukan.

Kami berharap buku ini bisa mengkongkritkan apa yang dinasehatkan Pak Kalend (Pendiri Kampung Bahasa Pare, Kediri Jawa Timur) bahwa “Peliharahlah pernikahan dengan mengingat ketika awal cinta kedua belah pihak”.

Buku ini akan menjadi memori bersama kami, bahwa kami pernah saling memuliakan dan akan terus demikian sampai kesempatan hidup terhenti. Tapi sekiranya suatu saat kami khilaf, maka semoga kitab kecil ini (Mozaik Cinta) bisa menjadi pengingat kami tentang suatu cita-cita, tentang suatu kontrak dalam cinta.

Muhammad SAW mendesain Piagam Madina agar tercipta ketentraman dan kedamaian di wilayahnya, begitu halnya John Lock mengatakan, supaya tercipta keadilan dalam suatu negara maka perlu dibuat “konsitisusi negara”. Nah, kami pun berharap buku ini akan menjadi “konstitusi rumah tangga” atau “piagam cinta”, dalam menjalani kehidupan bersama, sehingga apapun agenda strategi dan taktik kami ke depan, senantiasa berpedoman pada konstitusi ini.

***

Buku ini kami cetak sebanyak 1000 eksamplar dan dibagikan gratis sebagai souvenir di saat acara resepsi pernikahan kami di Gedung IMMIM Makassar pada tanggal 8 Juni 2013.

Kata pengantar pada buku, ditulis khusus oleh Bu Iin (Ibu Winda). Beliau menolak konsep “Uang Panai” yang mempersulit pernikahan. Sikap itu, sebagai penghormatan atas ajaran tokoh yang diidolakannya, Nabi Muhammad SAW bahwa “sebaik-baik mahar adalah yang tidak memberatkan”.

Kami terharu mendengar kisah beberapa pembaca buku ini. Ada yang menjadikan Mozaik Cinta (MC) sebagai bahan tes kepada calon kekasih atau calon mertuanya. Jadi, sebelum dia menyatakan cinta atau melamar, dia meminta kepada calon kekasihnya atau calon mertua untuk membaca buku Mozaik Cinta. Setelah dibaca dan sepakat dengan isinya, maka barulah ia maju. Jika respon setelah membaca adalah negatif, misalnya, dengan mengatakan “ini buku apa? saya gak setuju dengan isinya!”, maka dia akan pending atau membatalkan untuk menyet atau melamar.

Karena jumlahnya yang terbatas, maka tidak semua pihak bisa memperolehnya. Ada pembaca yang memfotokopi sendiri untuk dijadikan hadiah kepada teman/keluarganya yang akan atau baru saja menikah. Semoga dengan adanya versi PDF yang bisa di DOWNLOAD GRATIS, membuat kami tidak merasa berdosa lagi kepada semua pihak yang selalu menagih cetakan terbaru.

Buku ini dilengkapi dengan nasehat dan konsep cinta dari beberapa tokoh yang kami anggap seperti orang tua/kakak, misalnya, M. Fadjroel Rachman (aktivis 98/tahanan politik Orde Baru/Komisaris Utama Adhi Karya), Dr. Syarkawi Rauf, SE, ME (Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha/ KPPU), Drs.Edi Sutarto, M.Pd (Direktur Sekolah Athirah/aktor/sastrawan), Iklilah Muzayyanah Dini Fajariyah, M.Si (Dosen Pascasarjana Kajian Gender Universitas Indonesia), Herdi Sahrasad (Jurnalis Senior/Dosen Universitas Paramadina), Dr. Tadjuddin Parenta, MA (Dosen Senior Universitas Hasanuddin), Dr. TB Massa Djafar (Ketua Program Doktor Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta), Muhammad Kalend Osen (Pendiri Kampung Bahasa Pare Kediri Jawa Timur, serta Rijal (tukang parkir di daerah Mesjid Sunda Kelapa Jakarta).

Selamat membaca.
Mohon doanya.

Jakarta, di suatu hari yang cerah.

Zul-Winda

Silahkan Download buku Mozaik Cinta dengan mengklik link berikut :

——- Download Buku Mozaik Cinta ——-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *