Memaknai Vaksinasi Covid-19 Perdana oleh Presiden

Oleh: Andi Zulkarnain

Segala ikhtiar dilakukan oleh  Bapak Presiden untuk menyelamatkan rakyat Indonesia dari serangan virus yang telah menyentakkan seluruh manusia di abad 21. Salah satunya adalah memilih divaksin pertama kali untuk menepis segala ragu.

Presiden merefleksikan salah satu filosofi kepemimpinan yang dipopulerkan oleh Ki Hadjar Dewantara, bahwa pada momen tertentu pemimpin harus berada di depan untuk memberi teladan (Ing Ngarsa Sung Tuladha). 

Keputusan itu tentu memiliki resiko bagi seorang kepala negara dan kepala pemerintahan. Olehnya itu, ada banyak doa yang masyarakat lafalkan ketika melihat siaran langsung proses penyuntikan vaksin Bapak Presiden. 

Vaksinasi bertujuan agar di hari esok rakyat Indonesia bisa kembali berkumpul bersama keluarga, semua orang bebas memilih waktu dan tempat ngopi, dan agar ketika orang masuk ke rumah Tuhan, cukup mengingat keindahan Tuhan, tanpa perlu ada bayangan ketakutan, apakah orang disampingnya membawa virus. 

Para dokter dan seluruh tenaga kesehatan bisa kembali pulang ke rumah, tanpa perlu dicurigai dan ditakuti oleh tetangga dan keluarga sebagai pembawa virus mematikan. 

Kehidupan normal harus diperjuangkan, tiarap terus menerus di dalam goa untuk menghindari bahaya bukanlah sejarah manusia. Manusia dibekali akal untuk mampu merefleksikan masa lalu, menafsir masa kini dan membaca hari esok. 

Manusia modern telah menghasilkan suatu senjata ampuh untuk melawan musuh yang tak berani tampil di pelupuk mata. Senjata itu kita kenal dengan nama vaksin.

Pada forum silaturahmi Jubir Presiden, Bung Fadjroel Rachman bersama para pemimpin komunitas keagamaan disampaikan bahwa para tokoh agama mendukung ikhtiar pemerintah melakukan vaksinasi. Mereka semua yakin bahwa vaksin adalah solusi terbaik untuk melawan virus penyebab krisis terbesar di abad ini. 

Terakhir, sebagaimana pesan Presiden di banyak momen, “Tujuan besar hanya bisa dicapai melalui kerjasama seluruh komponen bangsa dengan gotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan mulia”. 

#VaksiUntukKita

#Tetap3M

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *