“TUA DI JALAN”

Salah satu derita warga Jakarta adalah “tua di jalan” dan ketidakpastian waktu perjalanan. Untuk menjawabnya, “gas poll” biasanya menjadi solusi ketika jalanan lagi lowong. Tengoklah para pengendara ketika lampu ijo nongol di tiang rambu lalu lintas. Suasananya mirip lepas start Moto GP. RPM gas lumayan tinggi yang digabungkan dengan perpindahan gigi yang cepat dan pas untuk menghasilkan kecepatan maksimal. Itulah cara warga Jakarta agar bisa sampe di titik tujuan lebih cepat.

Karena kecepatan berkendara tersebutlah sehingga Lorenzo, juara dunia tiga kali Moto GP kaget dan kemudian mengusulkan agar warga DKI menggunakan pengaman yang lebih baik jika sedang menari diatas kuda besi.

Jika di suatu waktu kita bisa aman sampe di bandara apabila berangkat dua jam sebelumnya, maka itu bisa jadi masalah jika dilakukan di waktu yang lain. Karena kemacetan menuju bandara sangat sulit diramalkan (unpredictable).

Foto: https://i.ytimg.com

Kereta bandara adalah hal baik yang dilakukan pemerintahan Jokowi untuk meredakan derita ato rasa was-was penumpang pesawat yang dalam perjalanan ke bandara.

Kepastian waktu 55 menit, Stasiun Sudirman-Soetta adalah langkah penting bagi pengelolaan waktu orang yang sedang ada di Jakarta. Kota yang memiliki fungsi sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi meniscayakan adanya kualitas dan kuantitas agenda. Maka menghadirkan infrastruktur untuk menciptakan kepastian adalah karya yang patut diapresiasi.

Beberapa pihak berkomentar bahwa jalur kereta ke bandara tersebut harusnya sudah ada sejak 20 tahun yang lalu. Hal itu kembali menegaskan bahwa begitu penting keputusan politik.

Mari mengontrol dan mendesak pejabat bekerja melayani agar republik menjadi tempat yang manusiawi bagi manusia.

Salam

www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *