TINJU PEREMPUAN

Ketika saya diminta menjadi wasit, saya menolak. Maka solusinya, cukup foto bersama😀

Melihat atlit tinju perempuan ini bertanding di laga tinju di Kab Donggala Sulteng, sebagian penonton berteriak, lebih cocok jadi peragawati daripada petinju, katanya. 😁

***

Sejarah manusia adalah juga secara tentang perempuan dan tubuhnya, tentang berbagai jenis ketidakadilan: teologi,  ekonomi, politik, seksual, hukum, kultur, dll. Pernah di suatu masa, tiap anak perempuan yang lahir akan langsung dibunuh. Karena kebodohan yang sangat amat itu, maka Tuhan harus mengirim kader khusus yang seluruh jenjang pengaderannya, sejak ospek, bina akrab, LK 1, LK 2, LK 3, termasuk organizing committee dan steering committee-nya semua di handle langsung oleh Tuhan. Dialah yang oleh seorang penulis non muslim, Michael Hart, dalam bukunya The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History, dianggap sebagai manusia yang paling berpengaruh di dunia. (Salam rindu kepadamu wahai Muhammad, saw).

***

Mencermati aksi generasi Hawa bertarung dengan keras diatas ring semakin membantah anggapan bahwa perempuan takdirnya di dapur, kasur dan sumur. Perempuan sebagai makhluk yang Ruh Ilahiah juga ditiupkan kepadanya, memiliki potensi untuk mengerjakan apapun. Persoalannya, apakah ada akses yang diberikan.

Perempuan di negeri yang juga diracik oleh Cut Nyadin, Kartini, Dewi Sartika, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Maramis, Siti Walidah Ahmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said, Nyi Ageng Serang, Opu Daeng Risaju, Besse Kajuara, dkk ini patut bersyukur karena perempuan sudah cukup dimuliakan. Ketika suatu negara masih berdebat apakah perempuan boleh menjadi pemimpin, maka presiden ke-5 negeri ini adalah perempuan. Ketika di suatu negara masih direncanakan perempuan boleh menyetir mobil, di negeri ini hal tersebut bahkan tak pernah dipersoalkan.

Ketika di suatu negara masih dikaji sejauh mana perempuan boleh berpolitik, maka di negeri ini semua partai di wajibkan oleh Undang-undang untuk mengakomodasi 30% perempuan dalam proses pencalonan. Karena seksi, penting dan logisnya isu ini sehingga polisi raksasa yang bernama negara merasa perlu untuk turun gunung memberi jaminan keterwakilan tersebut. Affirmative action hadir dengan pijak pikir bahwa kebijakan yang tidak diskriminatif terhadap perempuan hanya bisa terwujud jika dalam prosesnya, perempuan juga dilibatkan secara penuh. Olehnya itu, parlemen sebagai dapur peraturan bernegara dan bermasyarakat diramu, dikondisikan agar ada perempuan di dalamnya.

Menonton tinju perempuan tadi malam, membuat saya semakin “ngeh” dengan nasehat Bung Karno janganlah masyarakat laki-laki mengira, bahwa ia dapat maju subur, kalau tidak dibarengi oleh kemajuan masyarakat perempuan pula.

Majulah Tinju Indonesia

Jayalah Perempuan

Republiknya manusia adalah Republik yang berlaku adil kepada semua kaum, termasuk perempuan

Salam.

www.republikmanusia.com

Andi Zulkarnain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *