Tahun Baru: Duka Air Asia dan Posisi Negara

Hilangnya pesawat Air Asia QZ8501, rute Surabaya-Singapura menambah catatan kelam penerbangan Indonesia, serta jejak luka penerbangan dunia. Meskipun demikian, tiap tahun, peminat pesawat udara selalu meningkat. Hal ini karena pesawat udara  menggunakan teknologi tinggi, mampu mencapai tempat tujuan dalam waktu cepat, mempunyai tingkat keamanan dan keselamatan yang lebih mumpuni dibandingkan dengan moda transportasi yang lain.

Menurut H.K. Martono (dalam Ahmad Sudiro), kecelakaan pesawat udara dapat disebabkan oleh faktor manusia (human), mesin pesawat udara (machine/ technical), dan cuaca (weather). Studi menunjukkan bahwa sekitar 55% kecelakaan pesawat udara karena kesalahan atau kelalaian kapten penerbang sebagai penyebab kecelakaan, sedangkan 45% sisanya karena hal lain yang mendukung terjadinya kesalahan atau kelalaian kapten penerbang tersebut.

Foto: lipsus.kompas.com

Foto: lipsus.kompas.com

PEKERJAAN RUMAH (PR) NEGARA

Persatuan Insinyur Indonesia (PII) menyebutkan sejumlah masalah yang harus ditangani pemerintah untuk membangun industri penerbangan di Indonesia, diantaranya, pendanaan. Kemudian , bidang keselamatan yang terkait dengan peran pemerintah dalam melakukan sertifikasi pesawat dan mengembangkan infrastuktur transportasi udara. Dan terakhir, pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). (sumber).

Dalam kacamata, Sekretaris Jenderal INACA Teuku Burhanuddin, persoalan dunia penerbangan Indonesia pada kelemahan radar, kurangnya apron, runway, dan belum maksimalnya pengembangan bandara. Beberapa bandara di Indonesia juga kadang mengalami mati radar dan listrik padam yang sangat membahayakan proses penerbangan. Bandara Soekarno Hatta,  juga menyita perhatian karena sudah terlalu sibuk dan padat, hingga mirip terminal bus yang dipenuhi angkutan dan penumpang.

Yang lebih fatal, otoritas penerbangan kita pernah menjadi yang terburuk di dunia ketika semua pesawat dengan kode registrasi PK yang dikeluarkan oleh DJU dilarang terbang melintas di Uni Eropa. (sumber).

Foto: simomot.com

Foto: simomot.com

KEHADIRAN NEGARA

Dunia internasional memuji kemampuan tim SAR Indonesia yang berhasil menemukan pesawat Air Asia QZ8501 dalam waktu yang cukup cepat dan dianggap sebagai salah satu tim SAR terbaik di di Asia. (Lihat). Prestasi tim SAR tersebut tercapai karena didukung oleh leadership yang kuat. Mulai presiden, wapres, menteri terkait, beberapa kepala daerah, elit kepolisian, serta panglima TNI turun langsung  ke lapangan menyuntikkan semangat kerja, kerja dan kerja kepada tim SAR gabungan.

Pilkada langsung melahirkan pemimpin yang wajib memiliki kemampuan menyentuh hati rakyat. Misalnya, Ibu Tri Rismaharini, selaku wali kota Surabaya merasa ikut bertanggung jawab atas keselamatan seluruh warganya, termasuk yang menjadi penumpang pesawat nahas QZ8501. Olehnya itu, Pemkot Surabaya mendirikan posko informasi AirAsia dan Bu Risma pun memutuskan berkantor sementara di Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. (sumber).   Ibu Tri Rismaharini juga ikut langsung ke lapangan menenangkan seorang ayah yang tidak tahan mendengar kabar penemuan jenazah korban QZ8501. “Semua hanya titipan, Pak. Semua titipan, Bapak yang sabar,” kata Bu Risma. (Lihat). Bu Risma juga sigap membantu mengangkat keluarga penumpang yang pingsan pasca mendengar ditemukannya jenasah korban oleh tim SAR gabungan. (sumber).

Presiden Joko Widodo sesaat setelah sampai di Bandara Jakarta dari kunjungannya di tanah Papua langsung menuju ke kantor Basarnas untuk mengecek perkembangan pencarian. Kemudian besok sorenya (hari ketiga pencarian), Presiden Joko Widodo mendadak bertolak dari Istana Merdeka ke Surabaya untuk menemui keluarga korban pesawat Air Asia. Jokowi harus pamit kepada miliarder George Soros yang tengah bertamu di Istana Merdeka. setelah mendengar penemuan jenazah, ia langsung memutuskan untuk menuju ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah melihat proses evakuasi. (sumber)

Pak Jokowi berani ke lokasi kecelakaan meskipun kondisi masih rawan, menyebabkan pro kontra. Ada yang menyebutnya sebagai presiden nekat, ada pula yang memaknai sikap tersebut secara positif.  Sikap itu bermakna ribuan kata bahwa silahkan tim SAR gabungan berkerja, saya saja bisa tembus lokasi. Kemudian untuk keluarga korban mohon bersabar karena negara dengan seluruh elemennya sedang berusaha menemukan korban. Saya sebagai kepala negara hadir langsung ke lokasi kecelakaan untuk memastikan bahwa semua mekanisme evakuasi berjalan secara cepat dan tepat.

Wakil presiden, Yusuf Kalla, pada saat kejadian hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 juga  langsung terbang dari Jakarta ke Surabaya untuk menkonsolidasikan seluruh elemen terkait agar segera memaksimalkan kerja pencarian. Pak JK bahkan membatalkan ikut acara tahun baru di Bali sebagai wujud empati terhadap para korban.

Selanjutnya, Gubernur Jawa Timur, Pak Soekarwo juga membatalkan perayaan tahun baru dan menggantinya dengan acara doa bersama bagi para korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501. Pak Karwo juga meminta agar warganya tidak mengadakan acara hura-hura sebagai bentuk solidaritas.

Gaya baru pemimpin dalam merespon derita warganya juga diperlihatkan oleh Walikota Makassar, yang berjanji akan menjemput jenazah warganya yang menjadi korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501.  “Saya akan menjemputnya langsung kalau keempat jenazahnya diterbangkan ke Makassar dan kita akan bantu proses pemakamannya,” ujarnya di rumah korban pesawat jatuh AirAsia di Jalan Baronang Makassar, Selasa (30/12/2014) (lihat).

Sikap elit politik seperti itu, tentu membuat politik menjadi begitu cantik. Dan mempertegas bahwa saat ini, kita sudah masuk era baru. Pemimpin dihargai karena kelincahannya melayani rakyat, dan pemimpin dikritik, bahkan dikutuk karena selalu meminta dilayani layaknya majikan.

Selamat jalan pemimpin elitis dan tahun 2014.

Selamat datang pemimpin pelayan dan tahun 2015.

 

Makassar, 31 Desember 2014

Salam Republik Manusia

A.Zulkarnain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *