TAFSIR AGAMA DAN NEGARA DI HMI

Ketika sebagian pihak memperdebatkan tentang relasi agama dan negara. Meributkan tentang tafsir kekerabatan antara Keislaman dan Keindonesiaan. Negeri ini patut bersyukur karena organisasi yang dibuat oleh Lafran Pane, dkk, dua tahun pasca deklarasi penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, telah sampai pada kesimpulan bahwa keduanya adalah kekayaan.

Agama dan negara sejatinya merupakan satu tarikan nafas. Pesan agung dalam kitab suci menjadi pondasi nilai-nilai dalam membangun peradaban bernegara. Dan negara dibutuhkan agama agar ketertiban sosial tercipta di tengah samudera perbedaan tentang siapa yang awal dari segala yang awal dan siapa yang akhir dari segala yang akhir. Makanya, penggerak awal negeri ini mencetuskan adanya kementerian yang khusus mengurus agama dan ummatnya. Selanjutnya, pemeluk agama membutuhkan refleksi khusus di hari spesialnya, maka negara meliburkan dunia kerja disaat hari besar keagamaan.

Kesadaran atas keummatan dan kebangsaan dibangun di semua forum pengkaderan HMI. Itulah sebabnya, pada tahun 2017, negara memberi gelar pahlawan nasional kepada Lafran Pane. Latarnya, bukan karena terlibat peperangan mengusir penjajah, tapi dianggap berkontribusi besar terhadap gerakan pemuda pasca kemerdekaan.

Foto: https://encrypted-tbn0.gstatic.com

Di hijau hitam diajarkan bahwa silahkan mengikuti apapun, tapi jangan sekedar ikut-ikutan. Dalam bertuhan, silahkan memilih jalan Islam, tapi jangan karena sekedar alasan turun temurun keluarga besar. Bukan karena kebetulan agama mayoritas di negeri dengan pengagum Muhammad saw terbanyak di dunia. Semua harus ada argumennya yang logis. Pijakan teksnya dalam kitab suci adalah “janganlah engkau mengikuti segala sesuatu yang engkau tidak punya pengetahuan tentangnya” (Al Quran:17:36). Olehnya itu, di HMI, semua pendekatan digunakan untuk menjelaskan ketauhidan. Filsafat, matematika, fisika, biologi, neurosains dan lainnya

Dari rumah HMI, kita melihat lahirnya tokoh HAM sekaliber Munir, pemikir sekelas Prof Jimly assidiqie, Prof Mahfud MD, tokoh politik, seperti Pak Jusuf Kalla, Bang Akbar Tanjung, dan banyak lagi.

Foto: https://lihatkepri.com

Tentu ada hal lucu di organ mahasiswa tertua ini, sebagaimana setiap komunitas ada hal baik dan lucunya. Poinnya adalah kemampuan mengambil energi dan nilai positif pada tiap organ. Saya menyaksikan hal tersebut ketika dulu bergabung dalam koalisi lintas organ untuk advokasi tanah rakyat, BHP, dan lainnya Selanjutnya, kesimpulan tersebut diperkuat, ketika tahun 2013, saya mewawancarai semua ketua umum pengurus pusat organisasi cipayung plus.

Terakhir, Al Fatihah kepada pendiri dan penjaga “ruh” organisasi ini serta organ lain yang juga merawat negeri ini.

Organ yang memuliakan kemanusiaan dan terus bekerja mengasuh negerinya adalah syarat menuju republiknya manusia.

Salam

www.republikmanusia.com

#hijauhitam
#miladhmi72
#72tahunhmi
#republikmanusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *