Surga Kecil di Makassar

“Klo di dunia semua harus dibayar, tak ada lagi yang gratis,

maka apa guna lagi manusia  bertuhan”

Salah satu hal yang terkenal di Makassar adalah militansi mahasiswanya. Mereka tak takut berdebat, termasuk bergesekan dengan aparat dalam demonstrasi selama mereka yakin bahwa hal itu terkait kebenaran. Militansi gerakan mahasiswa Makassar tak bisa dilepaskan dari nilai budaya lokal, salah satunya tentang makna malu (siri). Jadi ada rasa malu (siri) jika ditindas.

Siri harus dibarengi dengan pengetahuan agar tak salah tempat dan tak mudah disalahgunakan oleh pihak yang tak bertanggungjawab yang ingin memetik untung dari suatu konflik. Atas kesadaran bahwa bergerak tak hanya cukup dengan spiriti siri, tapi butuh ilmu, maka Rumah Baca Philosophia hadir menyiapkan sekitar 3500 buku yang bisa di baca dan di pinjam GRATIS oleh siapapun, termasuk pihak intelejen. Karena intel yang baik dan tercerahkan tidak mungkin akan mengganggu apalagi membunuh orang yang sedang berjuang untuk memperbaiki negerinya.

Foto: rumahbaca-philosophia.blogspot.com

Foto: rumahbaca-philosophia.blogspot.com

Alhamdulillah pada 5 Desember 2013, masuk  1/2 dekade Rumah Baca Philosophia. Atas hal tersebut patutlah dan wajiblah kami mengeluarkan kalimat terimakasih kepada semua pihak atas kebaikan dan  kerjasamanya selama ini.

Kesadaran sederhana kami adalah bahwa meninggalkan dunia S1 dan dealektika lembaga kemahasiswaan, kemudian masuk dunia kerja, berkeluarga, lanjut sekolah, dan lainnya,  tak boleh menjadi alasan untuk cuti atau pensiun dari belajar dan berjuang. Karena kalau progresifitas bergerak dan kerja membela kaum tertindas harus berakhir di fase pernikahan dengan alasan kesibukan dan kebutuhan materi semakin nyata, maka sungguh, pandangan seperti itu telah mengotori kemuliaan pernikahan. Justru pernikahan adalah fase untuk semakin menyempurnakan perjuangan itu. (Lihat: A.Zulkarnain, Winda, Mozaik Cinta: Dari Revolusi Rumah Tangga Menuju Revolusi Sosial, 2013 )

Foto: www.mahasiswaindonesia.com

Foto: www.mahasiswaindonesia.com

Rumah Baca Philosophia hadir untuk (sedikit) ikut mengingatkan kita, bahwa lilin harus terus dinyalakan, sekecil apapun itu. Tradisi membaca dan berdiskusi harus dijaga agar peradaban tak sunyi. Selanjutnya gagasan kunci dan mulia itu harus diabadikan. Nah, pada konteks itu pula Philosophia Publishing kita dirikan. Sebagai media bagi penulis muda dan siapapun untuk menyebarkan dan mendealektikakan gagasannya.

Foto: inhabitat.com

Foto: inhabitat.com

Dimanapun di Indonesia saya selalu merasa senang asalkan ditemani kawan dan buku

“Bung Karno”

Orang terpelajar berbeda dengan orang yang tidak terpelajar

seperti bedanya kehidupan dan kematian.

“Aristoteles”

Salam
Rumah Baca Philosophia
Philosophia Publishing
Philosophia Institute
Toddopuli XI No.4, Makassar
Twitter: @sobatphilo
Cp : 081242444228 / 081242834538

* A. Zulkarnain : Dewan Pendiri Philosophia Institute

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *