Suasana Positif

Dalam sekolah parenting diajarkan bahwa kualitas seseorang di masa dewasa sangat ditentukan oleh kualitas pengasuhan di masa kecil.

Itulah sebabnya Nak, di rumah, kami selalu berbagi waktu untuk menemanimu bermain. Jika mamamu ingin mengerjakan sesuatu atau lelah, maka dia akan memanggil ayah untuk menamanimu, demikian juga jika ayah ada agenda lain, maka ayah akan memanggil tetehmu untuk bercanda tawa bersamamu.

Jadi aturan di rumah, kamu tidak boleh melihat ekspresi negatif dari kami, seperti cemberut, lemas, apalagi marah. Itu semua agar kamu selalu merasa bahagia sehingga kelak akan menjalani hidup dalam suasana tersebut.

Demikian pula di sekolahmu, Nak. Semua guru dan tim sekolah diwajibkan untuk selalu memperlihatkan ekspresi positif kepada siswa. Mereka selalu murah senyum, ceria, dan penuh semangat dalam menjalani harinya. Secara teori, itu akan menular ke siswa, Nak.

Jika main peran, aturan di sekolahmu siswa tidak boleh memainkan peran negatif. Jika itu ada dalam cerita, maka cukup dibacakan, sebab jika diperankan, secara tidak langsung itu akan mempengaruhi kualitas jiwamu, Nak.

Kata Bu Wismi, pendiri Sekolah Al Falah BCCT, Jakarta Timur, sudah banyak riset tentang tahap perkembangan anak. Orang tua dan sekolah sisa menjalankannya. Pada titik kesadaran itulah, kami bermitra, Nak. Demi mu, sungguh demi mu.

Parentingnya manusia adalah kunci menuju republiknya manusia.

Salam

www.republikmanusia.com

#mozanote

#republikmanusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *