SELAMAT DATANG PRESIDEN CINTA

 

Karena presiden adalah kekasih,

maka para pecinta (rakyat) janganlah ragu

untuk memberikan masukan dan kritik atas nama cinta

demi kesempurnaan cinta kedua pihak.

 Salah satu ciri cinta adalah tak meminta, tapi memberi. Pada momen Pilkada Solo dan DKI, serta Pilpres yang baru saja usai, kita menyaksikan bagaimana elemen masyarakat memberi sesuatu kepada Jokowi. Para artis menciptakan lagu dan puisi untuk Jokowi. Ada juga yang memberi vidio kreatif kemudian di upload di Youtube. Adapula yang menyumbangkan uang serta tenaga kepada capres Jokowi.

Berbagai realitas tersebut sebenarnya biasa dalam cinta. Yang sulit adalah bagaimana merubah bahasa dan wajah politik yang dianggap sangar dan mengerikan menjadi bahasa dan wajah cinta. Nah, Jokowi berhasil mewujudkan yang sulit itu.

Rumus cinta selanjutnya adalah ikut tersakiti kalau ada yang menyakiti sang kekasih. Ketika Jokowi dihina, dicaci, maka begitu rakyat yang membelanya. Mereka menjawab, meluruskan bahkan ada yang menyerang balik tanpa komando dari Jokowi. Semua berjalan alamiah sebagai wujud cinta.

Presiden cinta selalu melihat tiap butiran realitas sebagai cinta. Beberapa jam setelah pengumuman pemenang pilpres, Jokowi berpidato di Tugu Proklamasi. Dengan gagah ia menyebut Bapak Prabowo dan Bapak Hatta Rajasa sebagai negarawan dan patriot. Kemudian saat Pak Prabowo ulang tahun, Jokowi menulis di Facebooknya “ Pak Prabowo adalah bagian dari hidup saya, bagian dari perjalanan saya. Saya akan selalu mengenangnya sebagai orang yang baik dan bersama-sama menjadikan bangsa dan negara ini lebih baik. Selamat ulang tahun Pak Prabowo”.

Mereka pernah berdebat dan saling sindir dalam proses kampanye kemarin. Tapi setelah selesai pilpres, maka tanggung jawab atas kesadaran cinta mewajibkan Jokowi untuk memberi pujian yang tinggi kepada kompetitornya.

Saat baru dilantik sebagai gubernur DKI Jakarta, salah satu tempat yang dikunjungi dan dibuatkan program oleh Jokowi adalah lokasi yang paling banyak masyarakat tak memilihnya saat pilkada. Ya itulah cara pecinta menjawab orang-orang yang meragukan atau belum memberikan cintanya.

Kemampuan Jokowi memindahkan ratusan PKL di Solo serta warga miskin ke rusun dengan cara damai merupakan salah satu wujud kepemimpinan cinta, yang dikongkritkan dalam diplomasi cinta.

Gaya hidup Jokowi yang sangat sederhana, menggunakan sepatu murah, kemeja putih biasa, adalah tanda kecintaannya kepada rakyat, karena jika ia hidup lebih tinggi dari rakyat kebanyakan yang masih susah, maka sungguh, ia telah merusak cinta. Karena mustahil ada pecinta yang ingin kekasihnya menderita sedangkan dirinya glamor.

Presiden cinta selalu bertindak atas nama kesetiaan kepada cinta. Makanya ia tak pernah tega untuk membohongi kekasihnya (rakyat).  Bahkan untuk menyempurnkan cintanya ia menolak untuk digaji (mengambil gaji) atas semua pelayanan yang telah dilakukannya.

Foto: id-id.facebook.com

Foto: id-id.facebook.com

Karena yang ia perjuangkan adalah cinta, maka cara yang digunakan untuk mencapainya, juga penuh dengan cinta, bukan dengan emosi dan marah-marah, apalagi tipu-tipu.

Atas nama cinta ia terkadang seperti budak dari rakyatnya, ia melayani apapun permintaan rakyatnya, melayani foto bersama, gaya selfie, permintaan tanda tangan, ikut main bola, main basket, lari karung, dan lainnya.

Karena dirinya dipenjara oleh cinta, ia sulit lagi membedakan antara pujian dengan makian. Ia tak berlebihan merespon pujian, begituhalnya dia tak pernah marah apalagi dendam dengan kritik. Bahkan suatu waktu ia mengatakan bahwa fitnah menambah semangatnya.

Jokowi tak pernah membedakan cintanya, kepada orang yang mencintainya maupun kepada yang memusuhinya.

Ya, selamat datang PRESIDEN CINTA

 Jakarta, 20 Oktober 2014

 A.Zulkarnain

Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *