SEKOLAH PARENTING

Nak, selama kurang lebih sebulan saya ikut pelatihan PPOT (Program Pelatihan Guru dan Orang Tua) di Sekolah AL Falah Jakarta. Ini sekolah yang spesial nak, makanya banyak anak atau cucu tokoh yang menyekolahkan anaknya disini, seperti cucu Pak Wakil Presiden, anak musisi Kaka Slank, personil Naif, menteri, seorang motivator, anak pengamat, dan lainnya. Pilar pendidikan sekolah ini mendialogkan konsep sekolah di Florida AS dan konsep Islam. Sekolah ini sangat menghargai perbedaan, Nak. Seperti, sikap untuk menyayangi sesama manusia dan keyakinan orang lain. Beberapa waktu lalu sekolah kristen dari NTT pernah datang juga belajar.

Manusia bertindak sesuai pengetahuannya. Maka butuh persiapan ilmu sebelum menjalani sesuatu. Dulu ketika mau melaksanakan proses pernikahan, saya dan ibumu membaca banyak literatur tentang pernikahan dan rumah tangga, Nak, baik konsep umum, Islam maupun tafsir masyarakat Bugis. Hasil bacaan tersebut dan visi bersama kami kemudian kami buat buku dengan judul “Mozaik Cinta: Dari Revolusi Rumah Tangga Menuju Revolusi Sosial”, Philosophia Press, 2013. Buku tersebut sebagai hadiah (souvenir) kepada tamu yang hadir di acara resepsi kami, Nak. Ketika engkau akan datang meramaikan rumah dan kehidupan kita, maka kami pun mengecek, pengetahuan apa yang perlu kami miliki? Seperti, Parenting, penataan ruang yang aman untuk anak usia dini, dan lainnya, Nak. Jika alam semesta merestui, kami juga akan merefleksikan perjalanan kehadiranmu dalam buku, Nak, supaya engkau bisa lebih memahami diri dan lingkunganmu kelak. 

Memberi hadiah Buku Mozaik Cinta kepada Bu Wismi

Jika suatu bangunan salah pondasinya, maka bangunanya bisa dirobohkan. Mungkin pengusahanya akan rugi puluhan miliar. Itu angka yang biasa bagi pengusaha. Namun, jika pondasi anak bermasalah, kemudian saat dewasa menjadi masalah di keluarga dan masyarakat bahkan negara, maka akan lebih kompleks masalahnya, Nak.

Sejauh ini kami belajar bahwa anak itu harus diberi kosakata yang diutuhkan. Kata yang sesuai dengan usianya. Komunikator sebaiknya menggunakan kata yang lengkap sesuai SPOK (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) karena anak belum mampu menangkap kalimat singkat atau bahasa yang terlalu cepat.

Bersama Kaka Slank yang juga alumni PPOT

Semua paham bahwa makanan yang masuk ke dalam mulut anak harus diperiksa dengan seksama karena itu akan berdampak pada kesehatannya. Yang menyedihkan, Nak, karena masih banyak orang dewasa yang tidak menyeleksi informasi atau kata yang dimasukkan dalam otak anaknya. Jika ada makanan sampah, maka ada juga informasi sampah. Jika makanan keras masih berbahaya dikonsumsi oleh anak kecil pada usia tertentu, maka demikian pula ada kata atau diksi tertentu yang maknanya keras atau tajam sehingga kurang sehat didengar bagi anak kecil.

suasana Al Falah

Di PPOT ini saya belajar banyak Nak, dari para pendidik PAUD, orang tua siswa dan perindu ilmu parenting dari berbagai daerah. Ada yang dari Balikpapan, Bondowoso, Tegal, Jakarta dan lainnya. Berbagai pengalaman mereka, serta ilmu dari Ibu Wismi yang merupakan pendiri Al Falah dan Timnya, kami diskusikan setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, bahkan kadang sampai magrib karena serunya pembahasan. Keunggulan sekolah parenting ini, Nak karena kami tidak hanya membahas teori, tapi kami juga diajak observasi bagaimana anak usia dini makan, bermain, dan menyembah Sang Penciptanya. Ada juga agenda bermain di sentra, Nak. Jadi tiap hari saya dan peserta lain bermain sebagai anak usia dini. Kami disetting sebagai anak kecil yang bermain balok, peran besar, peran kecil, bahan alam, seni, Imtaq, dan persiapan. Sesi ini sangat penting, Nak, agar kami memahami situasi anak seusiamu. Dari proses tersebut kami berefleksi bagaimana idealnya kamu diperlakukan, Nak, sesuai usiamu dan kebutuhanmu. Bukan subjektivitas kami yang merasa dewasa dan katanya kenyang makan garam, Nak.  Tentang ini Nak, pernah ada cerita seorang ibu yang agak ngotot kepada anaknya.

Ibunya berkata “percaya sama ibu, sudah kenyang makan garam”

Anaknya menjawab “ibu aja yang makan garam, aku sih gak suka”.

Semoga kelak kami akan senantiasa memuliakanmu, mendengar pandanganmu, menghargai sikapmu karena sungguh ada Ruh Ilahiah dalam dirimu.

***

Memang dunia tentangmu dan generasimu selalu menarik, Nak, karena padamu nasib keluarga, bangsa dan bumi ini kelak akan ditentukan.

Jika boleh meminta Nak, jangan sering menendang ketika berenang diperut ibumu, karena akan membuatnya kaget dan kesakitan, Nak.

Jika yang Maha Hidup dan Menghidupkan merestui, maka sebulan lagi kita akan bertemu secara lebih kongkrit, Nak. InsyaAllah.

Salam

Bapak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *