POLITIK UNTUK ORANG-ORANG SUCI (KASUS ARB)

Jihad terbesar adalah melawan hawa nafsu diri sendiri

(Muhammad SAW)

Berita tentang perjalanan santai Abu Rizal Bakrie (ARB) bersama artis yang bukan muhrim, Macella Zalianty dan adiknya Olivia Zalianty serta anggota DPR Fraksi Golkar Aziz Syamsudin ke pulau bulan madu Maladewa semakin menghangat. Pihak partai dan keluarga menyebutnya sebagai perjalanan biasa, sedangkan analisis lain yang dominan di media sosial menganggapnya sebagai suatu skandal.

Publik masih bertanya apakah video dan foto terkait Pak ARB dan Marcella tersebut masih memiliki edisi selanjutnya yang mengarah pada adanya skandal seks, seperti banyak politisi dunia alami? Seperti skandal  Jeremy Thorpe pemimpin Partai Liberal Inggris pada 1967, Moshe Katsav Presiden Israel 2000-2007, Bill Clinton Presiden Amerika 1992-2001, Silvio Berlusconi yang merupakan mantan Perdana Menteri Italy, dan banyak lagi.

Foto: entertainment.menit.tv

Foto: entertainment.menit.tv

Yang pasti, rakyat Indonesia harus berterimakasih dan mengirimkan doa kepada pihak yang telah menyebarkan berita  kasus Bapak ARB sekarang ini. Karena seandainya beliau telah menjadi presiden, maka data tersebut bisa digunakan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk pihak asing untuk menyandera sang presiden, sehingga sang presiden hanya akan menjadi boneka dari pemegang data kasus tersebut.

John Parkins dalam bukunya “Ecocomic Hit Man” telah memaparkan dengan indah bagaimana para pemimpin negara dunia ketiga disandera dengan kasus-kasusnya oleh negara maju, terutama Amerika. Menurut Parkins, bagi pemimpin negara dunia ketiga yang menolak kerjasama dengan  AS maka akan dibunuh, tapi sebelum sampai ke solusi terakhir itu, mereka diusahakan bisa dibuatkan kasus (misalnya: skandal seks) yang bisa digunakan untuk menekan sang penguasa tersebut.

Semakin membesarnya berita kasus ARB dan Marcella di media sosial dan media mainstream memunculkan analisis akan dilengserkannya ARB sebagai capres dari Golkar. Secara politik kasus ARB akan menjadi senjata bagi tokoh Golkar lain untuk meyakinkan kader partai supaya mendorong mereka sebagai capres alternatif atau pengganti demi meraih kekuasaan di pemilu 2014. Kasus ARB-Marcella tersebut juga menjadi bahan yang seksi bagi capres dan partai lain untuk meyakinkan masyarakat sebagai pemegang suara bahwa diri dan  partainya jauh lebih mulia. Maka kemungkinan tepatlah analisis Wakil Bendahara Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo alias Bamsoet yang mengatakan, pelaku penyebaran video perjalanan ARB tersebut bisa dari luar atau dari dalam Golkar. (sumber)

Foto: www.astaga.com

Foto: www.astaga.com

 

SISI LAIN ARB

Di satu sisi Pak ARB juga harus dilihat sebagai manusia biasa yang punya potensi khilaf. Olehnya itu, kasus tersebut cukup menjadi bahan refleksi bersama bagi siapapun, terutama para politisi.  Kasus tersebut menambah pembicaraan negatif tentang sosok beliau, selain yang selama ini sering diberitakan terkait kasus Lumpur Lapindo. Tapi yang pasti, ada hal baik yang perlu dipelajari dari beliau. Salah satunya adalah beliau memiliki perpustakaan mewah (di bawah naungan Freedom Institute) dengan gaya Eropa, buku yang cukup lengkap, nyaman dan gratis kepada siapapun. Begitu banyak pekerja skripsi, tesis, disertasi dan lainnya yang terbantu oleh perpustakaan tersebut. Karya tersebut juga memberi kritik tajam bagi orang berduit lain di negeri ini yang tak mampu menyumbang bunga bagi peradaban.

Pak ARB juga memiliki stasiun TV (TV One) yang cukup mencerdaskan dibanding dengan stasiun TV lain yang hanya menayangkan hal berbau mistik, hedonis, seks dan kekerasan yang akan merusak mental masyarakat. Meskipun TV One terkadang terlalu memanjakan pemiliknya (ARB) dan partai yang dipimpinnya.

Memang ARB punya beberapa kelebihan, tapi dengan gaya hidup yang mewah dan isu skandalnya, sepertinya beliau belum tepat untuk menjadi pemimpin di negeri Indonesia yang mayoritas rakyatnya masih miskin.

Kasus ARB mempertegas tesis Prof.Firmanzah tentang politik dan materialisme, bahwa dampak dari kapitalisme adalah materialisme politik, dimana semua elemen yang terlibat dalam urusan politik (pemilih maupun kontestan) sama-sama menekankan aspek material. (Mengelola Partai Politik-Komunikasi dan positioning Ideologi Politik di era Demokrasi, 2011, hal 26). Jadi kasus ARB menjadi kritik besar bagi Partai Golkar dan partai lain yang memilih ketua karena pertimbangan siapa yang paling unggul secara materi, bukan siapa yang paling punya kapasitas terbaik, tidak cacat moral  dan punya spirit negarawan.

Kalau tidak menggunakan indikator ideal tersebut maka setiap partai harus bersiap merasakan derita beberapa detik menjelang pemilu. Karena momentum kampanye adalah momentum membuka (terbukanya) seluruh investasi politik sekaligus dosa politik. Kalau belajar di negara maju, maka siapapun elit politik yang terbuka skandalnya ke publik, maka harus legowo untuk memundurkan diri. Demi menjaga citra institusi politiknya maupun kemuliaan negaranya.

Permintaan mundur kepada Pak ARB  disampaikan oleh  politisi senior Golkar Ais Anantama Said, dan juga oleh Guru Besar ilmu politik Universitas Indonesia Profesor Maswadi Rauf  yang menganjurkan agar ARB tetap jadi pengusaha dan mengurungkan niatnya untuk menjadi calon presiden jika masih mempertahankan perilaku seperti itu. Kata Maswadi Rauf. Kalau jadi pengusaha, tidak akan ada yang peduli dengan gaya hidupnya.  Termasuk misalnya, kalau ada dugaan perilaku sosial menyimpang, relatif tidak akan dicermati publik. (sumber)

Foto: fernandonando7.blogspot.com

Foto: fernandonando7.blogspot.com

 

POLITIK UNTUK ORANG-ORANG SUCI

Politik memang adalah wilayah orang-orang suci. Bukan ruang bagi para pendosa, bukan tempat bagi mereka yang tak berilmu, bukan bagian bagi mereka yang serakah, karena pasti akan hancur ditengah jalan. Dimana kehancuran tersebut bukan hanya kehancuran diri sang politisi, tapi juga kehancuran rakyat dan negaranya.

Politik adalah ruang bagi mereka yang hidupnya terasa hancur tanpa memberi manfaat bagi orang lain. Politik adalah tempat bagi orang yang ingin dikenang sebagai pelaku kemuliaan. Politik adalah bidang bagi orang yang ketika mati karena membela rakyat, merasa jauh lebih mulia dari pada mati alamiah sebagaimana umumnya. Politik adalah seni mengabdi kepada rakyat dengan menggunakan negara. Bahkan pada pembahasan yang lebih tinggi, politik adalah jalan tol menuju surga.

Kasus ARB dan Marcella memberi catatan penting bagi para pemuda yang berniat menjadi politisi untuk menjaga diri mereka puluhan tahun sebelumnya. Jadi bahasanya adalah “didiklah jiwamu 25 tahun sebelum engkau menjadi politisi”. Karena semua dosa politisi atau tokoh yang kemungkinan menjadi politisi akan tercatat. Minimal di data intelejen. Data tersebut akan dibuka saat harganya sudah tinggi.

Seorang politisi tak harus suci 100%, tapi minimal dia memiliki kesucian tertinggi diantara orang kebanyakan. Kesucian disini tak berbicara hal berbau agama, tapi lebih umum pada kualitas jiwa, yang diukur pada cara berpikir dan perilaku.

Salam

Tolak Republik Binatang, Wujudkan Republik Manusia

(http://republikmanusia.com/ )

 

* Penulis sedang belajar kemuliaan politik di Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *