NIKMAT MENYURUH ANAK?

Seorang bocah berusia 11 tahun di Amerika Serikat menembak mati neneknya, lalu dia bunuh diri. Diduga tindakan ini dilakukan karena pelaku kesal DISURUH membersihkan kamarnya. (www.kumparan.com).

***

Itulah sebabnya Nak, sejak usiamu 4 bulan, kami menyekolahkanmu di Sekolah Al Falah Jakarta Timur yang gurunya bisa tidak masuk ngajar lagi besoknya, jika ketahuan menyuruh, melarang dan memarahi siswanya.

Setiap anak dibekali Tuhan dengan sesuatu yang super canggih. “Kutiapkan Ruh ku kepadamu” Demikian kalimat dalam kitab yang disucikan. Makanya, orang dewasa perlu menggunakan kalimat yang jelas (SPOK). Paham konteks/situasi yang tepat ketika berbicara kepada anak. Ekspresi yang berkualitas dan tulus serta apresiasi yang pas atas capaian sang anak.

Moza

Anak yang terbiasa bertindak karena disuruh, kelak ketika dewasa hanya akan menjadi penggembira kehidupan. Dia akan kehilangan daya inovasi dan keberanian bertindak, yang sangat vital di era industri 4:0, Nak.

Orang akan membuang sampah di tempatnya jika ada otoritas kongkrit yang menyuruh dan mengawasinya. Demikian halnya, pengendara akan berhenti di lampu merah jika ada polisi yang menyuruh dan siap siaga menilang yang melanggar. Orang seperti lupa bahwa kebersihan dan ketertiban adalah kebutuhannya. Dengan melakukannya akan bermanfaat bagi dirinya dan yang lain.

Untuk mengubah kalimat pernyataan menjadi pertanyaan memang bukanlah hal mudah. Makanya, kami mempelajarinya beberapa bulan di sekolah parenting. Skill bertanya meniscayakan adanya kesabaran dan 17 sikap lain (dalam PPOT 1) karena butuh waktu lebih lama membuatmu bertindak karena kasadaran dibandingkan dengan ancaman dan perintah. Orang dewasa juga harus terus membaca buku agar kalimat pijakannya selalu logis dan aktual. Selanjutnya, orang dewasa perlu memahami, kapan mengeluarkan pertanyaan fakta, konvergen, divergen dan evaluatif kepada anak?

Orangtua dan guru yang mendidik anak tanpa mempelajari hasil riset terbaru tentang dunia anak usia dini, terkait neorosains, psikologi, dan lainnya, sejatinya sedang menyiapkan generasi kalah. Generasi yang akan roboh saat bersaing dengan robot dan artificial intelligence.

Parentingnya manusia menuju republiknya manusia.

Salam

www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *