Nasib KPK, Nasib Kaum Perempuan?

Penetapan tim panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK yang keseluruhannya perempuan merupakan cara Presiden Jokowi mengunci tim seleksi agar berhitung panjang kalau ada yang mau main. Karena KPK merupakan lembaga yang super strategis, bahkan sangat menakutkan bagi koruptor saat ini, maka wajar kalau banyak elit nakal yang mau kendalikan KPK atau mendorong KPK ke dalam jurang kehancuran atau minimal kelumpuhan.

Dengan berbagai narasi tentang kehebatan perempuan, seperti hadist bahwa surga itu di bawah telapak kaki ibu, kemudian perempuan memiliki perasaan yang lebih peka, mempunyai aura yang mampu membuat orang lain nyaman, memiliki jiwa sosial yang lebih tinggi dibanding laki-laki, suara yang lebih lembut, perempuan lebih sulit dibohongi daripada laki-laki, dan berbagai cerita kemuliaan lainnya harusnya mampu membakar semangat srikandi tim seleksi KPK untuk mengambil keputusan yang sangat objektif. Keberanian mereka menerima permintaan sebagai tim seleksi, harus mereka bayar dengan keberanian melawan para mafia yang ingin menghancurkan KPK.

 

Foto: www.koranmadura.com

Foto: www.koranmadura.com

Sebagai extra ordinary crime, penyelesaian masalah korupsi sangat menentukan bagaimana nasib negara ini di hari esok. Apakah cucu kita kelak masih menggunakan KTP yang pada bagian kiri atasnya ada logo Garuda.  Atas nama itulah, maka tim srikandi KPK dituntut untuk memilih manusia yang paling sempurna untuk menjadi ring inti KPK.

Pansel srikandi harus mampu meloloskan kandidat pimpinan KPK yang kredibel,berintegritas, serta dapat dipercaya oleh masyarakat. Para perempuan terbaik yang dimiliki negeri ini, yang berlatar ahli hukum tata negara, ahli hukum pidana, ahli hukum bisnis, ahli manajemen, ahli IT, psikolog, serta sosiolog ini wajib membuktikan bahwa ketakutan dan pesimisme beberapa pihak, seperti mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, yang mengkritik keputusan Presiden Joko Widodo terkait Panitia Seleksi (Pansel) pimpinan KPK karena semua anggota pansel dari kalangan perempuan.“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kiamat sudah makin dekat,” ujarnya. (Sumber).

Memberi kesempatan istimewa kepada kaum perempuan untuk menentukan nasib agenda strategis suatu bangsa merupakan sesuatu yang sangat langka di dunia ini. Di beberapa negara kaum perempuan masih berjuang untuk mendapatkan hak memilih dalam pemilu. Bangsa ini sudah melangkah jauh dalam memberi pemuliaan kepada semua kaum, terutama kepada kaum perempuan. Yang paling terbaru dan teristimewa adalah srikandi panitia seleksi KPK.

Terbentuknya tim seleksi srikandi KPK memberi pesan khusus kepada satu kaum. Bahwa semua pihak harus memberi penghormatan kepada perempuan. Lihatlah bagaimana kaum perempuan secara penuh diberi wewenang untuk ikut menyeleksi manusia terbaik yang akan menjawab kejahatan yang fatal (extra ordinary crime) yang ada di negeri ini.

Sukses dan tidaknya seleksi tersebut akan memberi dampak pada citra satu kaum di negeri ini. Apakah mereka bisa berjalan sesuai mandat dan janjinya atau mungkin mengkhianatinya. Srikandi tersebut akan diuji apakah mereka pengikut Khadijah, Teresa, Kartini, Cut Nyak Dien, dkk, atau mereka adalah pengkhianatnya.

Foto: www.thejakartapost.com

Foto: www.thejakartapost.com

Tentu tim seleksi tak mampu menggaransi 100% kualitas orang yang mereka loloskan dalam seleksi, tetapi minimal mereka bisa bekerja untuk memilih yang terbaik diantara semua pendaftar. Mereka juga harus mampu menggaransi diri masing-masing sebagai tim seleksi untuk tidak tergiur atas berbagai tawaran pragmatis dalam penentuan pimpinan KPK tersebut.

Salah satu persoalan yang melanda KPK saat ini adalah isu independensi. Pemimpinnya dituduh tebang pilih kasus. Elit KPK dicurigai menggunakan hukum untuk balas dendam. Semua kegalauan tersebut harus mampu dijawab secara jernih oleh tim seleksi srikandi. Mereka harus mampu memggunakan kekuatan cintanya, sehingga KPK kedepan semakin dicintai oleh publik.

KPK harus mampu merebut kembali cinta publik dengan meringkus seluruh pejabat yang telah mengkhianati janji cintanya kepada masyarakat. Korupsi adalah tanda pengkhianatan cinta yang sempurna. Mereka memakan hasil keringat dan darah rakyat yang terkumpul dalam kas negara. Makannya negara harus mencabut rasa cinta dengan memasukkannya ke dalam ruang berjeruji besi sampai batas waktu yang bisa membuatnya sadar bahwa pengkhinatannya atas cinta rakyat adalah dosa cinta yang amat fatal.

Jayalah NKRI, Mulialah Perempuan.

Salam www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *