Menikahlah atas nama Tuhan dan Kaum Tertindas.

Cinta sepasang suami istri hanyalah tangga untuk mencapai puncak cinta (Allah SWT)

(Zul-Winda, Mozaik Cinta: Dari Revolusi Rumah Tangga Menuju Revolusi Sosial, 2013, hal 76)

Kepada saudaraku yang mulia Afif dan Dyah serta Usob dan Vita maafkanlah diri ini karena tak sempat hadir secara fisik merasakan kebahagiaan di pesta pernikahan kalian. Meskipun dari tanah Batavia dibawah lindungan Tuhan dan utusannya (Jokowi) ini, aku mampu merasakan indahnya pesta pernikahan kalian.

Di hari minggu, 5 Januari 2014 merupakan hari yang kalian dan keluarga pilih untuk menjadi salah satu momentum terindah dalam hidup. Bukankah keindahan dunia dapat dirasakan ketika kita hidup bersama dengan yang kita cintai.

Pada momen bahagia ini saya hanya ingin mengingatkan diri dan kita semua tentang janji kita dulu di kampus. Bahwa suatu hari kita akan selesai di lembaga kemahasiswaan , kemudian sarjana di kampus yang berlogo ayam jantan dan selanjutnya menikah dengan orang yang kita cintai. Sebagaimana doa yang biasa kita lantunkan di acara terbuka maupun di malam yang sunyi ‘ Ilahi, pada saat yang tepat, pertemukanlah kami dengan jodoh yang baik, yang dengan cintanya, kami dapat terbang untuk menyapa hakekat cintamu”.

Usob dan Vita

Usob dan Vita

Kawan Afif dan Usob, dulu di kampus, kita banyak berbicara hal ideal kepada maba yang kepalanya botak dan penuh ketulusan. Kita berbagi gagasan kepada mereka tentang pentingnya melawan, kita menjelaskan kisah derita perjuangan Gandhi, Mandela, Soekarno, Natsir, bahkan kisah gerakan politik para nabi.

Saudaraku Afif dan Usob, dari sini aku berdoa semoga pernikahan kalian bukanlah fase awal mengkhianati perjuangan dan Tuhan, tapi fase indah untuk menyempurnakannya.Karena kalau alasan pengkhianatan adalah karena uang kos, uang pembeli susu, uang dapur dan sejenisnya, bukankah tantangan itu juga dialami oleh Soekarno, Munir, dan banyak tokoh besar lainnya. Tapi mereka mencontohkan bahwa Tuhan selalu punya cara melindungi orang-orang yang tulus yang hidup dan bergerak ditengah kaum tertindas.

Saya yakin beberapa kali acara pernikahan kalian hampir tertunda dan bahkan batal karena beberapa konflik yang muncul, sebagaimana nasehat Ustd Ismawan dalam Mozaik Cinta (2013) bahwa “pernikahan adalah hal baik, maka iblis selalu ingin mengganggunya”. Banyak pintu iblis mengganggu, bisa melalui keluarga, dan lainnya. Tapi puji syukur Tuhan yang tinggi karena kalian telah berhasil melewatinya.

Saudara Afif dan Usob saya yakin kalian telah melewati perenungan yang panjang dan dalam, kemudian sampailah anda pada kesimpulan memilih istri yang anda anggap sebagai perempuan terbaik di bumi ini. Berjalanlah di dunia bersamanya,rasakanlah suka dan duka bersama, dan masukkanlah derita kaum tertindas dalam rumah tangga kalian sebagaimana yang dicontohkan oleh para nabi-nabi.

Yakinlah bahwa setelah melewati revolusi individu (revolusi spiritual dan intelektual), kemudian hari ini masuk pada fase revolusi rumah tangga, maka suatu saat akan berujung pada revolusi sosial. Yang pasti sangat sulit mewujudkan revolusi sosial kalau dalam rumah tangga ada salah satunya yang pro koruptor, ada yang penjilat, ada penyembah harta dan kekuasaan.

foto: dambacinta.blogspot.com

foto: dambacinta.blogspot.com

Saudara Usob dan Afif, saya hormat kepada kalian karena pengalaman anda sebagai Ketua Senat Mahasiswa Ekonomi Unhas (2009-2010) dan Ketua Ikatan Mahasiswa Manajemen Unhas (2010-2011) memberi makna yang dalam. Kalian telah berani memberontak terhadap ajaran agama manusia modern (agama kapitalisme) bahwa untuk menikah harus menunggu kemapanan materi. Itulah konsep utama dalam pernikahan saat ini. Itulah konsep yang paling banyak diyakini manusia modern, termasuk yang mengaku mengikuti agama nabi. Banyak orang, termasuk yang mengaku pejuang terjebak dalam konsep kapitalisme tersebut, sehingga menunggu menikah dalam waktu yang tak pasti, adapula yang memaksakan diri untuk mapan  dengan mencuri uang rakyat dan menjadi ring satu koruptor yang dikutuk Tuhan.

Saudara Usob dan Afif, saya hormat kepada kalian karena masih meyakini dengan baik ucapan Muhammad SAW “selesaikanlah urusan orang lain, maka Tuhan yang akan menyelesaikan urusanmu”. Anda terlibat dalam perjuangan untuk mewujudkan pendidikan rakyat untuk semua golongan, anda membantu proses terwujudnya tradisi intelektual, tradisi membaca dan lainnya. Termasuk anda berani menikah diwaktu yang masih muda dan belum mapan ala kapitalisme karena keyakinan anda bahwa Tuhan selalu punya cara memberi cinta kepada yang dicintainya, karena Dia adalah Tuhan Pecinta, pemilik segala Cinta.

Afif dan Dyah

Afif dan Dyah

Saya yakin perempuan mulia yang mulai hari ini telah halal bagi kalian dan akan menjadi teman makan, tidur, diskusi dan berjuang adalah perempuan mulia yang diutus Tuhan, sebagaimana janjinya akan mengurus urusan orang yang tulus membantu sesamanya.

Selamat menempuh hidup yang indah

Semoga cinta dan pernikahan kalian memberi manfaat bagi kaum tertindas yang ada di negeri dan bumi ini.

 Cinta dan kasih sayang adalah kebutuhan, bukan kemewahan,

tanpa keduanya manusia tak dapat bertahan hidup

(Dalai Lama)

Salam dan maaf

a.zulkarnain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *