Marquez: Jatuh untuk Menang

Marc Marquez jatuh lagi di Aragon, Spanyol. Apakah itu tanda kebodohan Marquez? Sepertinya terlalu tergesa-gesa kalo kita menyimpulkan seperti itu karena Marquez merupakan rookie pertama yang bisa menjadi juara dunia setelah 35 tahun, dan memecahkan berbagai rekor, seperti juara dunia termuda.

Marquez adalah pembalap yang jiwa mudanya masih membara. Ia menolak patuh pada kemapanan. Ia menolak cari aman. Ia selalu ingin mencoba yang baru sampai menemukan kesempurnaan tertinggi. Itulah yang menyebabkan ia selalu menjadi headline pemberitaan sejak masuk di MotoGP.

Si Baby Alien mengkritik para politisi muda yang hanya tahu mengikut pada pola tradisional politisi tua. Mereka yang tak mampu membaca arah zaman. Mereka yang terpenjara oleh kemapanan. Mereka yang meyakini bahwa untuk berpolitik harus ikut antri dalam dibelakang politisi tua. Menunggu proses menjadi pengurus inti, kemudian nyaleg, dst.

Foto: www.motorcycle.com

Foto: www.motorcycle.com

Marquez menghina para penguasaha muda yang gampang pasrah atas kegagalan yang dihadapi. Mereka yang tak mampu melihat krisis dan ketidakpastian sebagai suatu peluang besar yang seksi. Mereka yang mengaku berdarah muda, tapi menolak mengambil resiko untuk sebuah kemajuan.

Marquez menampar mereka yang mengaku muda tapi tak pernah berani untuk membuat sesuatu hal baru, Mereka yang terjebak pada konsep dan teori lama. Mereka yang hanya mampu menyontek pada yang tua, dan manut pada apa yang sudah ditradisikan oleh orang-orang terdahulu, tanpa pernah membaca semua itu secara kritis.

Sejatinya, Marquez telah memberi warna kuat dalam lomba balap kuda besi paling bergengsi di bumi ini. Marquez telah melahirkan banyat konsep baru. Jika dulu, lutut digunakan oleh pembalap untuk mengukur ketajaman dalam menikung, maka Marquez membuat teori baru bahwa harusnya siku yang menjadi ukuran. Tentu penggunaan siku memberi arti bahwa dalam motoGP, keberanian dalam menikung harus diperkuat. Marquez juga selalu memiliki rumus yang khas dalam hal pengereman dan lainnya.

Foto: grabpage.info

Foto: grabpage.info

Marquez telah menjawab kebosanan penonton MotoGP atas stagnasi yang lama terjadi. Ia membuat banyak terobosan yang membuat MotoGP bukan sekedar sebagai balapan, tapi juga sebagai sebuah seni yang sangat menghibur. Peran tersebut penah dilakukan Rossi diawal masuk dan masa keemasannya di kelas MotoGp.

Meskipun beberapa kali terjatuh, patah, dan masuk rumah sakit. Marquez mampu memberi inspirasi kepada semua manusia di bumi bahwa jatuh, gagal bukanlah kematian. Itu hanyalah tanda bahwa masih ada hal yang perlu diperbaiki. Meskipun beberapa kali gagal, tapi akhirnya ia adalah 4 kali juara dunia. Pada 2010: 125cc , 2012: Moto2, 2013: MotoGP, 2014: MotoGP

Pembalap yang lahirdi Cervera, Spanyol, 17 Februari 1993 ini memang terjatuh di seri ini, tapi dia tetap hadir. Hadir di hati orang yang meyakini bahwa kegilaan marquez di atas lapangan adalah cara dia untuk menjadi legenda dalam dunia balap motor nomor satu di jagad ini.

Foto: www.autoevolution.com

Foto: www.autoevolution.com

Atas berbagai tragedi yang dialami, maka secara poin, Marquez tidak bisa lagi menjadi juara dunia tahun ini. Dari hal itu, sekiranya boleh melantunkan berdoa. Maka semoga guru dan idola Marquez sejak kecil yang menjadi juara dunia musim ini. Untuk mencapai mimpinya menjadi juara dunia untuk yang ke 10 kali.

Salam Maros (MarquezRossi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *