Korupsi, Akill-isme, Tuhan dan Perlawanan

Akillisme adalah suatu paham yang berkeyakinan bahwa semakin tinggi jabatan maka semakin tinggilah korupsi. Jadi ada kurva positif antara jabatan dengan jumlah korupsi. Maka efek dari dari Akillisme adalah kemelaratan suatu negara, sehingga akan membunuh (killing) banyak orang. Hal tersebut terlihat dengan terang, saat Akil sebagai pemimpim Mahkamah Konstitusi berhasil memaksimalkan korupsinya. Lihatlah, bagaimana rumah, mobil dan barang lain milik Akil yang disita oleh KPK seperti tak ada habisnya. Selalu ada barang baru. .

Wahai rakyat yang maha tulus dan maha sabar. Bangkitlah, melawanlah. Tidakkah anda melihat uang anda dalam APBD dan APBN digunakan oleh para politisi busuk untuk bermain dengan banyak perempuan, menikmati narkoba, beli mobil mewah, dll. Yakinlah, mereka hanya berhenti klo diteriaki dengan massa yang massif. Selanjutnya, kucilkanlah para koruptor disekeliling anda agar mereka paham dengan nyata, sakitnya jadi koruptor di dunia, bukan hanya di neraka kelak (KPK akhirat).

Kita adalah negeri besar. Kita pernah mengusir penjajah yang ratusan tahun merasa super hebat. Kita pernah menyatukan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika untuk bersatu berjuang melawan penjajah dalam apapun bentuknya. Kita pernah menjadi salah satu motivator mereka agar jangan mau kalah dengan kemiskinan dan penindasan.

Namun, saat ini kita sedang mengalami cobaan besar. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua KPK, Abraham Samad “Kita tahu bahwa dulu musuh terbesar kita adalah penjajahan, namun setelah 68 tahun kita merdeka, kekayaan negara kita dijarah dan dijadikan bancakan pihak-pihak yang rakus dan tidak bertanggung jawab. Singkatnya kita sedang dijajah bangsa sendiri”. (http://news.liputan6.com/)

Wahai para organisatoris yang cerdas berhentilah memuliakan teman atau senior anda yang korup. Jangan siapkan panggung bagi mereka.  Jangan pergi mengemis dan menjilat kepada mereka. Karena sungguh, sikap itu telah menambah kepercayaan diri mereka. Dan sekiraya anda mau jadi pengemis, maka cukuplah anda mengemis kepada Tuhan, jangan lagi pernah mengemis kepada yang lain

Wahai para pengurus organisasi.  Beranilah membuat statement mengutuk senior anda yang terbukti korup. Berhentilah membela koruptor yang kebetulan satu organisasi dengan anda. Wahai organisatoris yang progresif. Pelajari dan internalisasilah visi dan tujuan organisasi anda. Karena disitu pasti ada perintah menegakkan kebaikkan dan melawan kejahatan.

Wahai para pemuda yang belum menikah, marahlah kepada koruptor. Tidakkah anda melihat, bagaimana para koruptor mengambil para perempuan cantik, peserta kontes kecantikan, dll, untuk dijadikan istri simpanan. Dan itu semua menggunakan uang rakyat.

(foto: acch.kpk.go.id)

(foto: acch.kpk.go.id)

Wahai para penceramah agama yang beriman dan dekat dengan Tuhan. Gaungkanlah di tempat ibadah anda tentang wajibnya melawan dan mengucilkan koruptor. Buatlah mereka dan keluarga tak tidur, sampai mereka bertobat. Karena mereka yang membuat negeri ini menjadi negeri pengemis.

Wahai para ulama, wahai para santri yang mulia keluarlah dari tembok tinggi pesantren anda. Bukankah anda paham bahwa Muhammad adalah pembenci besar koruptor. Tidakkah anda mendengar kisah Nabi Muhammad dulu pernah tidak ikut menyalatkan salah seorang sahabatnya yang wafat dalam perang Khoibar. Saat itu, Nabi mengetahui bahwa sahabat tersebut menggelapkan harta rampasan perang atau ghulul. Ghulul itu korupsi dalam pengertian sekarang. Nabi hanya menyuruh para sahabat menyalatkan almarhum. Setelah menunaikan salat, para sahabat memeriksa saku almarhum dan menemukan manik-manik seharga 2 dirham yang berasal dari rampasan perang. Karena mencuri 2 dirham saja, Nabi tak mau menyalatkan, berarti Nabi sangat tegas terhadap kasus korupsi.” (HR. Abu Dawud).

Yakinlah bahwa korupsi adalah tanda hilangnya keimanan. Makanya kalau koruptor bicara Tuhan itu hanyalah topeng. Janganlah muda tertipu dengan koruptor yang pernah naik umroh, haji, atau pernah menyumbang ke mesjid. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Komaruddin Hidayat “Korupsi selalu merupakan pelanggaran sosial dan dampak kerusakannya juga bersifat sosial-horisontal, sehingga penyelesaiannya dan pertobatannya juga berdimensi sosial, tidak selesai dengan meloncat berupa penyelesaian vertikal, misalnya dengan melakukan umroh atau haji. Dosa kemanusiaan mesti ditebus dengan pertobatan kemanusiaan”. (Wijayanto, dkk: Korupsi Mengorupsi Indonesia: Sebab, Akibat dan Prospek Pemberantasan. Gramedia Pustaka Utama, 2009. Hal: 801-802)

Kita harus belajar dari sejarah panjang dunia ini, bahwa Tuhan selalu menjadi hal yang seksi untuk disalahgunakan. Karena pengagumnya begitu banyak. Makanya kita harus bertuhan secara kritis, kita harus clear dalam membaca relasi Tuhan, manusia dan masyarakat. Kita bersedih, kita marah kepada koruptor itu yang memperdagangkan Tuhan. Bukankah, kejahatan terbesar di bumi ini adalah kejahatan yang mengatasnamakan Tuhan?.

Yakinlah, koruptor tak menghargai ilmu, tak menghargai adat, tak menghargai agama. Maka janganlah pernah membelanya dengan alasan apapun.

Selamat hari anti korupsi internasional

Selamat atas tahun ke 10 KPK

Salam

Republik Manusia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *