Hujan dan Tragedi Peristiwa Romantis

Hujan adalah peristiwa romantis, namun menjadi tragis di tangan penguasa apatis

(andi zulkarnain)

Derita rutin di musim ketika Tuhan menyiram air ke bumi agar seluruh makhluk merasakan kesejukan adalah sebuah tragedi. Air adalah bagian dari wajah rahman rahim Tuhan agar yang kering bisa tumbuh, agar yang haus bisa terobati, agar debu yang menari di udara bisa kembali bersujud di tanah.

Foto: www.pexels.com

Romantisme air hujan menjadi tragedi karena banyak hal, diantaranya, paradigma pembangunan manusia modern dalam nafas kapitalisme yang melihat alam sekedar objek yang seksi untuk dieksploitasi. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dibuat secara serampangan dan dijalankan dalam kaidah minus konsistensi. Pemerintah juga lupa untuk menggalakkan pendidikan hidup sehat dan manajemen sampah yang bermutu.

Tokoh maupun pejabat yang abai atas semua itu, mulai Ketua RT, Ketua RW, Lurah/Kepala Desa, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur sampai Presiden, serta anggota dewan yang mungkin nyaleg lagi harusnya bersedih dan merenung bahwa mereka telah membuat warganya terganggu, bukan hanya terhambat untuk mencari nafkah, sulit makan, minum, tapi juga sulit untuk menyapa Tuhannya.

Fakta, ketika anugrah Tuhan dengan airnya menjadi tragedi kemanusiaan adalah wajah bahwa negeri ini masih jauh dari cita-cita republiknya manusia

salam

www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *