Edi Sutarto: Athirah dan Anak Intelektualnya

Buku karya Bapak Edi Sutarto selalu menarik karena bukan hanya berisi tumpukan hafalan teori, tapi berangkat dari kisah kesehariannya dalam membumikan dan mendealektikakan berjibun teori di sekolah ternama “Athirah”.

Seperti yg diungkapkan oleh Pak JK dalam kata pengantar bahwa sang penulis membahas manajemen pendidikan dengan pendekatan prosais. Maklum sang penulis juga hidup sebagai aktor dan sastrawan.

Melihat kesuksesan buku ‪#‎PemimpinCinta‬ :Kaifah, 2015 yang menjadi‪#‎bestseller‬ ,maka buku ‪#‎SekolahCinta‬ ini sepertinya akan mengikuti jejak kakaknya itu.

edi sutarto skl cinta. 2

Sangat penting, Bapak ‪#‎EdiSutarto‬ menuliskan perjuangannya dalam dunia pendidikan yang ia pilih, agar pejuang pendidikan yang lain bisa memaknai bagaimana caranya membuat sekolah yang baru berumur 4 tahun (Unit Athirah Bone), tapi sudah bisa menjadi sekolah terbaik di sul-sel.

Suatu waktu saya menelpon beberapa orang di kampung (survey kecil2an), menanyakan SMP terbaik di Bone untuk persiapan kemanakan yang baru lulus SD. Saya tanya, bagaimana itu Athirah Bone? katanya orang di sana mengenal Athirah sebagai “sekolah piala”. Kok bisa???…
karena setiap ada lomba, selalu siswa asal Athirah yang meraih pialanya. Woww..

Saya kemudian mencoba berlari mundur, meraba style Pak Edi dalam mengampuh Athirah. Salah satu yang terkenang adalah kemampuannya dia memuliakan siswa yang dianggap paling nakal. Ia memberi kesempatan kepada siswa yang di cap underdog tersebut untuk berperan sebagai Direktur Athirah. Anak tersebut diminta membuat sekaligus membacakan sambutannya sebagai Direktur di suatu momen sekolah. Pak Edi waktu itu hanya mengambil peran sebagai orang biasa dan pendengar yang baik. Singkat cerita. Pasca itu, anak yang dianggap nakal tersebut berubah.

edi sutarto 6

Edi Sutarto juga suka dengan ide-ide progresif anak muda. Pada 2012, ketika buku saya “Pare dan Catan Tak Usai: Pergolakan mahasiswa dan spirit kampung Bahasa Pare” selesai beliau baca. Ia memanggil saya dan memberi tantangan. Mau gak buat tim dan aplikasikan konsep pendidikan Bahasa Inggris ala Pare yang murah, merakyat, berkualitas, berkarakter dan religius itu di Athirah. Kami pun melakukan konsolidasi dan bergotong royong mendirikan Forum Kampung Bahasa Sulawesi ‪#‎FKBS‬.

Di tahun yang sama kami membuat MOU dan menjalankan program tersebut. Sampe saat ini, kami pun di percaya mewarnai kls english di Asrama “Sekolah Piala” Athirah Bone. Kami mengirim beberapa tutor FKBS tinggal di sana untuk menemani siswa menemukan cara belajar english yang unik.

edi sutarto skl cinta

 

***

Ya itulah, Direkturnya manusia, bagian inti dari gurunya manusia dan sekolahnya manusia.

Selamat atas kelahiran anak intelektual Pak Edi. Semoga bisa menerangi kegelapan dunia pendidikan negeri ini.

Selamat juga atas amanah baru sbg Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sul-sel.

Selamat dan hormat pula atas profesi sebagai pembina banyak komunitas anak muda di ‪#‎sulsel‬.

***

Sekolah melahirkan Manusia, bukan robot dan budak pekerja.
Salam.
www.republikmanusia.com

Jakarta, 23/04/16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *