Dr Mansyur Semma: Dosennya Manusia

In Memoriam, DR. Mansyur Semma.

Hari ini, tepat 8 tahun langkahmu menuju fase lain dalam hidup. 4 Maret 2008 – 4 Maret 2016.

Semoga Cinta Tuhan memelukmu di sana.

Hasanuddin University, kampus yang selalu engkau banggakan dan kritisi demi kesempurnaanya, semakin bergerak ke arah yang gamam. Yang masuk jadi dosen bukan yang memang jiwanya pendidik/pengkader/pejuang ilmu/intelektual tapi mereka yang ketakutan menganggur dan kebetulan punya link di elit.

Dosen diterima di Kampus Merah karena kualitas DNA-nya. Pertanyaan pertama bagi pendaftar adalah kau anaknya siapa, bukan apa karya intelektualmu.

Wahai Pa Mansyur di alam sana, Birokrat Unhas punya prestasi hebat, mereka berhasil menskorsing dan men-DO-kan beberapa mahasiswa yang aktif di lembaga kemahasiswaan. Mereka dianggap sulit tertib, maka solusi yang akal elit kampus dapat jangkau adalah sistem potong. Elit sulit untuk berdialog dan memilih cara-cara yang diajarkan dalam sistem demokrasi yang harusnya kampus menjadi teladan atasnya.

Foto: www.clickhole.com

Foto: www.clickhole.com

Mahasiswa yang engkau anggap cerdas, kritis, dan progresif, mereka (elit) cap sebagai mahasiswa nakal dan pemberontak.

Elit Unhas lupa, bahwa beberapa alumni mereka yang menjadi tokoh penting saat ini adalah output dari dialektika gerakan mahasiswa, seperti Jusuf Kalla, Abraham Samad, Syarkawi Rauf, Muhammad, Hamdan Zoelva, Amran Sulaiman, Eka Sastra, termasuk Abdul Rahman Farisi (cagub Sultra), dan puluhan lainnya.

Wahai Pa Mansyur, sebagaimana dulu saat engkau masih bergerak di Unhas, maka hari ini juga demikian, dimana proyek fisik jauh lebih seksi daripada mengurus penguatan SDM, perbaikan sistem rekruitmen, pembaharuan perpustakaan, dll.

Konon kabarnya, tidak lama lagi lembaga penegak hukum akan masuk untuk membongkar kasus korupsi dan kartel di kampus terbesar di wilayah timur tersebut.

Semoga pembersihan segera dijalankan agar fungsi kampus yang asasi sebagai penuntun arah peradaban termakbul.

Foto: anak-kolaka.blogspot.com

Foto: anak-kolaka.blogspot.com

Berikut selebaran yang teman-teman bagi saat upacara penghormatan terakhir Pa Mansyur di Unhas sampai beliau diselimuti dengan tanah.

***

INNALILLAHI WAINNALILLAHI RAJIUN

Dr Mansyur Semma

Terlalu cepat kau memanggilnya Tuhan

 

Hari ini akan terjadi hujan air mata

Simbol pelepasan kepergianmu

Kami selalu ingat jiwa mu

Kami selalu ingat batinmu

Kami selalu ingat jasamu

kami ingat kesederhanaanmu

Kami tak kan lupa pesanmu:

  • Jika engkau ingin jadi orang kaya maka jangan jadi dosen, tapi jadilah pengusaha
  • Jika engkau ingin jadi politisi jangan jadi dosen, tapi masuklah dipartai politik
  • Jika engkau ingin jadi dosen, maka siaplah untuk hidup sederhana.

    Foto: www.timur-angin.com

    Foto: www.timur-angin.com

Karena pilihan menjadi pendidik adalah pilihan untuk hidup sederhana

Engkau juga pernah mengatakan:

Engkau (mahasiswa) jangan hanya mengurus kuliahmu, tapi juga perjuangkanlah nasib orang-orang lemah (orang tertindas)

Termasuk pesanmu untuk kami menolak BHP (komersialisasi pendidikan/upaya menyerahkan pendidikan(ilmu pengetahuan) kepada mekanisme pasar)

Kami (mahasiswa) telah kehilangan teman, kami kehilangan orang tua, kami kehilangan teman berjuang

Engkau bukan hanya milik unhas, tapi teman-teman kampus lain pun memilikimu

Organ kiri sampai kanan mengingatmu

Kami paham, bahwa selain engkau cerdas dan punya hati nurani, engkau juga punya nyali (keberanian)

Engkau siap menerima resiko, dicap provokator, dikatakan gila urusan dan tuduhan negatif lainnya demi untuk mengabarkan&mengajarkan kami kebenaran..

Kami sangat sedih, karena sangat sulit kami menjumpai dosen (intelektual) sepertimu..

Kami harus bangga, Tuhan mengizinkan kami mengenalmu….

 

Mahasiswa Pecinta Mansyur Semma

(4 Maret 2008)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *