DERITA PERANG DALAM FILM DUNKIRK

Sambutan positif kembali datang dari para kritikus film. Kali ini atas film yang disutradarai oleh Christopher Nolan berjudul Dankrirk. Film ini menarik karena berangkat dari kejadian nyata di Dunkirk, sebuah kota pelabuhan dan komune di Nord, Perancis, 10 km dari perbatasan Belgia.

Karya ini menampilkan penderitaan dan perjuangan bertahan hidup tentara sekutu dari negara Inggris, Perancis, Belgia, Polandia, Belanda dan Luxemburg yang terjebak dan dikepung Jerman pada Perang Dunia ke II.

Jika umumnya, film perang, apalagi yang diracik Hollywood menampilkan keperkasaan tentara negara pembuat Film. Karya ini justru menampilkan sebaliknya. Tentara sekutu yang dijadikan objek dalam film ini, mengalami kekalahan telak dari Jerman. Begitu banyak korban yang terbunuh. Bahkan akibat depresi berat dalam peperangan tersebut, beberapa tentara sekutu bunuh diri.

Foto: HarianIndo

Foto: HarianIndo

Pejabat yang meminta kesejahteraan, bahkan menghalalkan segala cara untuk kaya, sementara di sisi lain para tentara hidup melarat membuat kita semakin berduka. Di saat ada kenaikan gaji atau tunjangan bagi pegawai negara di sektor lain, tentara tidak boleh dilupakan. Perlu disiapkan sistem yang baik dan adil sehingga tentara dapat menjaga kesuciannya. Mengutip Alfan Alfian yang merefleksikan nasihat Jenderal  Soedirman, “Perjuangan kita  adalah perjuangan untuk menegakkan kesucian.” Soedirman mengajak kita merenung bahwa, untuk mencapai derajat “kesucian” tidaklah mungkin tanpa menghadirkan kesucian diri dalam  hidup berbangsa.

Di akhir film kita akan terbawa untuk mengirimkan doa kepada mereka yang memilih jalan hidup sebagai tentara. Menjalankan perintah untuk menjaga kemuliaan negeri. Hanya satu yang mereka sumbangkan yakni nyawa. Dan itulah yang tertinggi dari seluruh makhluk. Semoga para patriot selalu dalam pelukan Cinta Allah yang esa.

Jayalah tentara republik.

Salam
www.republikmanusia.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *