DERITA FREDDIE DALAM FILM BOHEMIAN RHAPSODY

Queen bukan sekedar menciptakan musik, dia menghidupkan rasa dalam diri manusia. Queen berdakwah tentang kemanusiaan melalui rangkaian bunyi dan untaian lirik. Queen mengekspresikan keindahan Tuhan dengan caranya. Selanjutnya, Freddie bukan sekedar vokalis. Bukan sekedar pencipta lagu. Dia adalah mesin perubahan. Dia memimpin timnya untuk menciptakan hal baru yang tidak ada di zamannya. Dia berani meninggalkan label yang sudah mapan dan ikut  membesarkan Queen, demi menegakkan keyakinanya pada inovasi musik. Pihak label merasa lagu yang berdurasi enam menit, terlalu panjang untuk dijadikan sebuah single utama.

Inovasinya bukan hanya bergema di zamannya, bahkan sampai detik ini, puluhan tahun setelahnya. Manusia secara umum akan lebih melihat kebaikan dari pada kekurangan. Penghormatan atas karya Freddie dan Queen membuat publik memaknai kelemahan Freddie sebagai wajah kemanusiaan seorang legend. Perlu ada kearifan dan kejernihan dalam menafsir wilayah publik dan privat setiap orang.

Foto: www.smoothradio.com

MENIMBANG PERTEMANAN

Pada film ini, kita akan belajar tentang dua tipe teman. Disaat Freddie memecat dan memutus pertemanan ke Paul, dia menganalogikan Paul seperti lalat yang mencari manfaat dari makanan basi. Demikianlah teman yang bertipe Paul, pragmatisme menjadi landasannya dalam berteman. Jika tak ada lagi manfaat yang bisa diambil, maka dia akan terbang mencari target korban baru. Adapun tipe Mary adalah orang yang tulus dalam pertemanan. Dia berbeda pandangan beberapa hal dengan Freddie. Perbedaan tersebut membuat mereka memutus hubungan kasih, bahkan Mary menikah dengan laki-laki lain. Perpisahan tidak membuat mereka saling membenci, namun tetap saling memuliakan dan mengingatkan atas visi dan kebaikan.

Foto; www.officialcharts.com

Kesalahan terbesar legenda musik yang meninggal tahun 1991 pada usia 45 tahun ini adalah lebih mempercayai Paul daripada teman lainnya. Paul membuat Freddie memecat manajer Queen, serta berpisah dengan group Queen karena memilih tawaran 4 juta dolar untuk membuat album Solo.

Penyanyi yang pernah dinobatkan sebagai 100 penyanyi terbaik sepanjang masa oleh penyunying Rolling Stone ini merasakan kegoncangan eksistensial. Hidupnya yang penuh kemewahan dan pesta pora membuatnya lupa dimensi kemanusiaan hakiki yang dulu dia jelaskan melalui karya musiknya. Beruntunglah dia masih memiliki mantan kekasih, Mary, yang setia mengikuti proses hidupnya. Ketika Paul menutup jalur komunikasi teman-teman lama kepada Freddie, Mary memberanikan diri menemui langsung Freddie dan menjelaskan jejak kekhilafan Freddie.

Foto: www.idntimes.com

Bertepatan ketika langit menetesakan “air mata”, Freddie merasakan kebenaran ucapan Mary. Dia pun menangis dan memecat Paul yang telah membangun ngarai hedonistik dan bui materialistik dalam hidup Freddie. Kemarahan terbesar Freddie adalah ketika mengetahui bahwa Paul telah menutupi informasi tentang konser kemanusiaan terbesar untuk derita manusia di Afrika, Live Aid.

Freddie dan Queen akan selalu dikenang oleh manusia karena telah menciptakan musik yang memungkinkan manusia merasakan kemanusiaannya.

Salam

www.republikmanusia.com

Andi Zulkarnain

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *