Berkah Bertetangga Penjual Buku Terbesar di Asia Tenggara

Sentuhlah kepalanya niscaya kaki dan tangannya akan mengikut (anonim).

Kalimat tersebut menjelaskan betapa pentingnya kita merawat isi kepala. Jenis bacaan akan mewarnai karakter berpikir. Selanjutnya, kualitas pikiran akan menentukan gerak kaki dan tangan kita. Makanya, sebuah derita jika tidak membaca buku baru dalam sebulan. Belanja buku harusnya menjadi agenda belanja bulanan tiap rumah tangga. Bung Karno pernah mengatakan bahwa aku tidak ingin memberi makan rakyatku hanya untuk perutnya, tapi juga untuk jiwanya. Jika gagasan ini ditarik untuk konteks tulisan ini, maka orang tua idealnya bersikap bahwa aku tidak ingin melakukan belanja bulanan hanya untuk perut keluargaku, tapi juga untuk jiwanya.

Perdebatan politik pilpres yang bergenre gosip, tidak sistematis, sporadis dan sering kehilangan dimensi etis di medsos juga menerangkan bahwa kecepatan jempol telah beribu kali melampaui kecepatan mata dalam membaca dan menafsir teks di buku-buku. Share berita dilakukan tanpa proses kroscek dan perenungan ala pembaca buku.

Jika Barbara Tuchman dulu pernah mengatakan bahwa buku adalah pengusung peradaban, tanpa buku sejarah menjadi sunyi…”, maka pada era medsos ini, tanpa buku dunia menjadi berisik.

Mozaik (Home) Library


Kebahagiaan bisa tinggal di dekat Gramedia Pusat Matraman Jakarta, yang konon merupakan toko buku terbesar di Asia Tenggara adalah gampang mengisi waktu luang untuk menjawab dahaga intelektual dengan referensi yang cukup sempurna serta mudah mengakses momen diskon buku seperti saat ini.

Sejatinya buku adalah pembeda antara manusia pra sejarah dengan manusia modern saat ini. Makanya, Moza sejak usia empat bulan kemarin, sudah kami masukkan ke sekolah bayi di Cipayung yang termasuk programnya adalah mengajak anak gandrung pada buku sejak dini. Tentu bahan, konten buku serta metode berdasarkan riset terbaru tentang fase pertumbuhan anak.
Ketika semua netizen menjalankan ritual membaca buku sebelum pasang status, maka media sosial tidak akan menjadi lapangan caci maki, tapi ruang untuk menumbuhkan derajat kemanusiaan.

Salam

www.republikmanusia.com

A. Zulkarnain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *