Berguru Ke Pak JK

Kamarin pagi kami berkunjung ke kediaman pribadi Pak JK di bilangan Jakarta Selatan. Saat sampai, kami mendapat info dari ajudan bahwa Pak Wapres lagi duduk santai di taman rumahnya sambil membaca koran.

Ketika banyak orang yang memanfaatkan waktu paginya di weekend untuk tidur panjang, Pak JK menggunakannya untuk membaca. Pak JK dikenal sebagai tokoh yang cukup gandrung pada buku. Ketika menunggu di bandara, misalnya, buku selalu menjadi teman setianya. Itulah sebabnya, pidato Pak JK selalu dinantikan banyak orang karena akan ada hal baru yang beliau sampaikan. Yang logic, tapi kadang kita belum pikirkan. Cara berpikir keren ala Pak JK ini yang kemudian disebut “Kallanomics”.

Ini salah satu sebab kenapa Pak JK bisa menjadi politisi fenomenal di negeri ini. Contohnya, beliau berpihak di kubu 01 saat pilpres, bahkan dengan posisi penting sebagai Ketua Dewan Pengarah TKN Jokowi-Ma’ruf, namun serangan kepadanya tidak sedahsyat yang diterima tokoh lain yang juga punya pilihan politik yang sama.

Pak JK selalu mengajarkan bahwa berpihak dalam politik, tidak boleh membabi buta, tapi tetap harus merawat rasionalitas. Pak JK selalu berusaha objektif merespon sesuatu. Contohnya ketika heboh tentang tanah super luas seorang capres lain, Pak JK berkomentar membela dengan dalil yang khas.

Pak JK bahagia karena beberapa agenda yang di PJ kan ke mas Muhammad Arief Rosyid Hasan dan tim dapat berjalan. Bahkan mampu melakukan beberapa inovasi atas gerakannya untuk masjid, milenial, dll.

Ada begitu banyak masalah bangsa yang kami bahas. Menariknya, ketika kita mendengar analisis pengamat dan politisi umumnya, persoalan tersebut cukup ruwet, namun Pak JK selalu punya logika sederhana menjawabnya.

Di forum kemarin, Pak JK juga bercerita beberapa hal tentang hasil diskusi terbarunya dengan Presiden Jokowi . Hanya atas nama ketentraman di bulan puasa dan momen sebelum 22 Mei, beberapa hal belum pas di share di medsos, cukup dibahas di warung kopi dengan aturan main, tidak boleh ada yang merekam.

InsyaAllah Indonesia akan baik-baik saja.

Selamat menikmati perjalanan spiritual “menahan” bagi yang menjalankannya.

Salam
www.republikmanusia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *