Bahasa Asing Sebagai Senjata

Kedepan tidak perlu lagi ada anak bangsa yang tidak bisa mendapatkan beasiswa karena terkendala oleh TOEFL/IELTS. Karena Bahasa Inggris, begitu halnya bahasa asing lainnya,  bisa dipelajari dengan santai dibawah pohon, bisa dipelajari sambil minum kopi, bahasa asing bisa dipelajari dengan banyak metode yang lebih sederhana, enjoy dan harga yang sangat terjangkau. Dan yang pasti bahwa pembelajaran bahasa asing yang berkualitas&murah bukanlah mitos bagi FKBS. Karena sungguh kami sedang menjalankannya.

Bagi kami, siswa bukanlah mesin uang, siswa bukanlah objek, siswa bukanlah orang bodoh. Tapi bagi kami, siswa adalah saudara, siswa adalah teman untuk belajar. Teman untuk bersama menjalani hidup yang dititip Tuhan. Itulah refleksi atas kesadaran kemanusiaan kami, meskipun masih sangat dangkal.

Olehnya itu kami telah melempar jauh wibawa palsu seorang guru, kami telah membuang jauh keangkuhan seorang guru. Dan kami datang dengan kesadaran untuk saling berbagi dan saling mengisi.

agenda sosial (kelas gratis dan pendampingan) FKBS untuk anak kurang mampu

agenda sosial (kelas gratis dan pendampingan) FKBS untuk anak kurang mampu

Belajar bahasa asing untuk melawan pihak asing yang nakal, karena kita harus objektif bahwa ada pihak asing yang mulia yang telah ikut menerangi peradaban.

Salah satu kelemahan bangsa tercinta adalah lambat mengejar ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi. Hal tersebut bisa disebabkan karena akses yang sulit, biaya yang mahal, metode pengajaran yang tidak menarik, kurikulum yang tidak berkualitas, dll.

Kesadaran kami di FKBS adalah bahwa ketertinggalan akan bisa di kejar dengan pemahaman bahasa asing para pemuda pemudi yang suci, yang siap dan tulus mengemban amanat penderitaan rakyat.

Terlalu banyak membaca buku terjemahan itu terlalu beresiko terjadinya pergeseran makna, dari penulis asli, ke penerjemah sampai pada pembaca. Olehnya itu, ketertinggalan dalam dunia ilmu pengetahuan akan bisa terjawab dengan penguasaan bahasa asing para anak bangsa.
***
Perilaku pihak asing yang nakal harus diakhiri. Pihak asing yang nakal tidak boleh di biarkan, tapi harus dilawan. Itu adalah perintah adat kita. Itu adalah perintah agama kita. Itu adalah bentuk pertanggungjawaban dari ilmu yang kita miliki.

Di era globalisasi yang super canggih saat ini pasti dibutuhkan kerjasama dengan semua pihak, termasuk lintas negara. Tapi kerjasama itu haruslah berdasar pada untung sama untung. Haruslah berdasar pada keadilan. Bukan berdasar pada tipu menipu, sebagaimana yang terjadi sejak puluhan abad yang lalu sampai detik ini.

Bahasa asing adalah senjata untuk membaca referensi mereka. Bahasa asing adalah alat untuk mempelajari tekhnologi mereka. Semua itu akan berujung pada mandirinya negeri ini.

Kita belajar bahasa asing bukanlah untuk menjadi budak asing. Bukan untuk menjadi fans buta &polos dari asing.

Kita mempelajari bahasa asing karena ingin dan harus setara dengan asing. Sebagaimana semua ummat manusia di bumi ini diciptakan setara. FKBS hadir untuk menyumbang satu batu bata pada perjuangan besar tersebut.

Semoga yang maha kuasa memberi kami jalan untuknya.
***
Kami di FKBS adalah juga pengagum Paulo Freire dengan konsep pendidikan yang membebaskannya. Olenya itu kami akan senantiasa memasukkan motivasi hidup, semangat nasionalisme dan kesadaran kritis dalam setiap nafas pengajaran.

Meskipun kami hanya kumpulan binatang busuk, kami adalah pengagum para nabi-nabi. Olehnya itu, kesadaran kami adalah suatu pengkhianatan kalau sesuatu hanya terhenti pada kekaguman&opini. Jadi semua harus berujung pada aksi. Sekecil apapun itu.

Kesadaran itulah yang tumbuh dalam jiwa kami, sehingga kami akan berjuang untuk menyulap suatu desa menjadi Kampung Bahasa.

Dengan itu, warga akan semakin sejahtera karena Kampung Bahasa Sulawesi (KBS) akan menggelitik& menggerakkan ekonomi masyarakat. KBS akan memberi pendidikan bahasa dengan harga murah. Sehingga TOEFL&IELTS bukan lagi hanya menjadi milik para kaum borjuis, tapi kaum proletar pun bisa menikmatinya.

Kami pun memasukkan semangat religius dalam KBS, karena terlalu beresiko dunia perjuangan&pendidikan tanpa melibatkan Tuhan.
Fakta empirik saat ini, para pencuri uang rakyat adalah para kaum terdidik tapi kering akan iman (sejati), sehingga ketinggian ilmu menunjukkan kurva positif dengan ketinggian penipuan&penindasan yang dilakukannya.

KBS dengan sistem pendidikan, belajar dan hidup ditengah rakyat, diharapkan akan menciptakan kader terdidik yang memahami masyarakatnya. Bukan lepasan pendidikan yang jauh&jijik dengan rakyatnya sendiri.

Di FKBS kami berusaha berdoa dan berjuang menciptakan kader yang jago bahasa asing, berwawasan luas dan siap mengambil peran dalam membela nasib rakyatnya, bangsanya dan dunia yang luas.

Di KBS kami memberi unsur penyempurnaan dari perjuangan kampung bahasa yang telah ada. Bahwa bahasa bukan sekedar bahasa, tapi juga senjata untuk berjuang. Selanjutnya bahwa memang pendidikan itu harus murah, merakyat, berkarakter, berkualitas&religius.
Itu bukan sekedar amanat dalam Undang-undang, tapi lebih jauh itu adalah perintah semua nabi-nabi.

Dokan kami&kritik kami, kalau kami lupa

Salam
Kampung Bahasa Sulawesi

Mari wujudkan banyak kampung bahasa yang pro rakyat

 *A. Zulkarnain: Koordinator Dewan Presidium Forum Kampung Bahasa Sulawesi (FKBS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *