Ayo’ Selamatkan Mts Majang Bone

“Saya dulu belajar mengaji di sini. Banyak sekali manfaatnya ini sekolah” demikian ucapan salah seorang warga Majang yang pernah mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. 

“Warga di sini, kejauhan kalau harus ke kota sekolah, makanya mereka memilih tetap sekolah di sini, meskipun bangunannya sebagian ada yang rusak dan berbahaya”, sambungnya. 

Sekolah ini dihadirkan dengan niat untuk membantu masyarakat di Majang dan sekitarnya agar bisa mendapatkan ilmu tentang dunia dan akhirat sekaligus. Maknya, siswa hanya membayar baju olahraga, selanjutnya fokus mengaji tentang Tuhan, manusia dan alam semesta. 

Kapolres Bone dan Guru Mts Majang Bone

***

Awal berdirinya Madrasah ini dimulai dengan berdirinya TK/TPA Al Istiqamah Majang pada tahun 1999. Berawal dari rasa prihatin H. Yunus dan beberapa tokoh masyarakat di kelurahan Majang tentang kondisi anak-anak yang masih minim belajar tentang agama khususnya belajar baca tulis AlQuran.

Setelah beberapa tahun TK/TPA Al Istiqamah berjalan, ada rasa prihatin kemudian muncul di tengah-tengah warga Kelurahan Majang melihat banyak anak-anak mereka yang 

setelah tamat pendidikan dasar kemudian putus sekolah karena tidak adanya sekolah SLTP sederajat di desanya. 

Tidak adanya transportasi umum menuju kota menjadi kendala anak-anak warga untuk bersekolah di kota, ditambah lagi rata-rata penduduk desa Majang merupakan petani 

Bersama Tim Mts Majang Bone

yang memiliki pendapatan relatif kecil sehingga tidak ada biaya untuk menyekolahkan anaknya di kota. Kondisi inilah yang membuat beberapa orang warga berinisiasi mendirikan Madrasah Tsanawiah. 

Diawal berdirinya Madrasah Tsanawiah Majang dipimpin oleh Alm Drs. Ambo Sakka dari tahun 2007 sampai bulan Oktober tahun 2012. Setelah itu, pada bulan November tahun 2012

Madrasah ini kemudian dipimpin oleh Ibu Andi Rosnaeni, S.Ag sampai sekarang dan sudah memiliki banyak siswa dari berbagai daerah di sekitar Kelurahan Majang. 

Foto atas: Aswar BHP (cucu dari pendiri sekolah)
Foto bawah: Berdiksusi dengan tim guru terkait kendala yang dihadapi

***

Akan tetapi, seiring waktu berjalan sejak tahun 2007 Madrasah ini dibangun, bangunan sekolah ini sudah mulai rusak karena merupakan bangunan lama. Keadaan seperti ini sudah berjalan hampir 5 (lima) tahun dengan berbagai permasalahan yang ada. Sehingga proses belajar-mengajar yang ada kurang mendukung. Belum lagi, untuk tahun ajaran 2018/2019 jumlah siswa siswi terus bertambah bahkan mencapai 92 orang. Hal ini mengakibatkan jumlah ruang kelas tidak mencukupi untuk menampung siswa-siswi yang ada sehingga ada ruangan yang dulunya adalah perpustakan sekolah kemudian dijadikan sebagai ruang kelas untuk menampung siswa yang tidak memiliki ruang kelas.

Berita tentang agenda Penggalangan Dana oleh Kapolres Bone

Gerakan “Selamatkan MTS Majang Bone” dipelopori oleh cucu dari H. Yunus, pendiri sekolah tersebut, yang bernama Aswar. Aswar dulu, saat kuliah di Fakultas Ekonomi Unhas, sangat aktif dalam perjuangan mewujudkan pendidikan untuk semua golongan.  Ia fasih mengkritik kapitalisasi pendidikan yang diramu dalam RUU Badan Hukum Pendidikan (BHP), saat itu. Karena militansinya untuk melawan aturan tersebut, oleh teman-temannya, dia diberi julukan Aswar BHP. 

Beberapa waktu lalu, kami mengundang Kapolres Bone, Bapak Kadar Islam untuk meninjau lokasi serta adakan penggalangan dana. Pak Kapolres juga mengisi kelas inspirasi kepada siswa agar mereka tetap semangat belajar ditengah keterbatasan dan ancaman yang ada. Mengingat beberapa waktu sebelumnya, atap sekolah runtuh dan hampir mengenai siswa yang sedang belajar. 

Sekolah adalah medium untuk memanusiakan manusia

Salam

www.republikmanusia.com

***

Bagi yang ingin terlibat membantu. Berikut no rek dan CP-nya.

Bank BNI

Yayasan Al Istiqamah

834787816

Cp Aswar : +6281355956749

Lao Sappa Deceng, Lisu Mappadeceng

(Pergi untuk mencari kebaikan, Pulang untuk memperbaiki)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *