Akhlak Rossi Kepada Dovizioso di Sepang

Ada yang aneh dalam balapan Moto GP seri Sepang kemarin (30/10/16). Rossi yang awalnya begitu tangguh tiba-tiba menjadi melambat saat memasuki lima lap terakhir. Rossi tidak seagresif lap-lap sebelumnya.

Itu terjadi setelah The Doctor mengetahui bahwa Marquez terjatuh dan melorot jauh di belakang. Begitupun Lorenzo yang meskipun berada di posisi ke tiga, tapi selisih jaraknya sangat jauh.

Rossi sangat paham bahwa Dovizioso (Dovi) begitu merindukan gelar juara satu di Sepang ini. Terbaca dengan dominasi Dovi di sesi latihan bebas dan kualifikasi. Dominasi Dovi menjadi tanda bahwa ia begitu merindukan  gelar juara ini. Apalagi sirkuit terakhir di Valencia kemungkinan akan dikuasai oleh para pembalap Spanyol. Maka, klo bukan di Sepang di mana lagi, Dovi bisa memegang trophy tertinggi?

Sebagian pihak tentu juga memiliki harapan akan munculnya juara ke 9 dalam rangkaian Moto GP 2016 sebagai tanda bahwa Moto GP saat ini dengan aturan yang terus diperbaharui, semakin kompetitif dan menarik untuk dinanti tiap serinya oleh jutaan pengagum kecepatan kuda besi.

foto: Mumbai Mirror

foto: Mumbai Mirror

Rossi bisa saja memaksakan diri untuk tetap juara satu di Malayasia, apalagi motornya sangat kompetitif. Ia juga start di posisi ke dua. Apalagi Marquez sudah jatuh dan tertinggal di belakang, begitupun nasib Lorenzo.

Rossi memahami bahwa ada pihak yang kebahagiaannya akan jauh lebih tinggi ketika juara satu di sepang, yakni Dovi. Dovi sudah ada di baris terdepan dalam balapan. Pasca Ianone dan Marc jatuh, maka selanjutnya, seperti hanya ia dan Dovi yang balapan.

Tentu Dovi dan tim paham betul, bahwa juaranya kali ini merupakan hadiah dari Rossi. Ia melewati Rossi dengan mudah, ketika rossi sengaja melebar di salah satu tikungan. Dovi masuk dan melejit kedepan. Adapun Rossi hanya menjaga posisi kedua.

Untuk menjaga psikologi Dovi di depan publik dan juga perasaan beberapa pihak. Rossi menjawab di sesi tanya jawab bahwa bannya mulai kalah di 1/3 race, makanya ia memperlambat laju motornya.

foto: SuperBall.id

foto: SuperBall.id

Akhlak Rossi, seperti yang dilakukan kepada Dovi di Sepang kemarin tentu sangat sulit dilakukan oleh pembalap Moto GP yang lain.  Marc dan Lorenzo sulit memahami kejadian seperti itu, apalagi akan melakukannya. Bagi mereka balapan adalah menang dan kalah. Tidak ada rumus mengalah demi membahagiakan orang lain. Mungkin bagi mereka, mengalah demi kebahagiaan orang lain, cukup menjadi pekerjaan para pendeta.

Bagi Rossi, balapan Moto GP 2016 sudah selesai dengan penentuan pemenang di seri Jepang kemarin. Makanya sisa balapan di Philip Island, Sepang dan Valencia tidak memiliki makna lagi bagi penentuan juara dunia.

Target tertinggi Rossi cukup balapan di depan Marc dan Lorenzo sebagai kompetitor terberatnya. Dua orang ini juga yang cukup fasih merendahkan dirinya. Makanya memperlihatkan kehebatan dihadapan mereka adalah cara menjawab keraguan yang terukur.

Rossi juga sudah menghitung bahwa cukup dengan finish kedua, maka ia sudah sukses menjadi runner up Moto GP tahun ini. Itu berarti bahwa Rossi sudah menjadi pembalap terbaik kedua Moto GP selama tiga tahun berturut-turut.  Rossi mempertontonkan  bahwa meskipun umur sudah masuk 37, tapi masih bisa mengasapi banyak anak muda di kelas motor balap yang paling terseksi di bawah langit Tuhan.

Valentino sudah mengaspal lebih dari 20 tahun di ajang Grand Prix. Rossi merupakan pebalap tertua di ajang MotoGP saat ini. Pebalap termuda adalah Jack Miller (Marc VDS) yang lahir pada 1995, atau satu tahun sebelum Rossi berkarir di Grand Prix.

foto: World News

foto: World News

Akhlak Rossi kepada Dovizioso di Sepang membuat saya semakin sepakat dengan yang dikatakan legenda balap motor Grand Prix, Mick Doohan, “Rossi jelas penyebab utama kenapa orang-orang menyalakan televisi atau muncul langsung di sirkuit untuk menyaksikan MotoGP,” (sumber)

Untuk lebih yakin, simak kebahagiaan dan pesta bersama Rossi dan Dovi di Sirkuti Sepang, disini

 

Salam

Jakarta, 3 November 2016

 

a.zulkarnain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *